Langsung ke konten utama

Menjadi Manusia Yang Diridhoi Tuhan


Ketika di dalam kesendirian, timbul pertanyaan adakah yang berharga dalam diri kita. Hak hidup kita, hak bernafas kita, hak melihat kita, dan hak yang melekat dalam diri kita datang karena tanda cinta Tuhan kepada diri kita. Kecintaan Tuhan terhadap hamba-Nya begitu dekat. Namun hati kita belum mampu mengukur nikmat Tuhan yang begitu besar. Jika ingin melihat nikmat Tuhan maka bersihkan hati sebagai cermin untuk mengungkap hijab antara manusia dan Tuhan-Nya.

Air yang mengalir ke hulu, waktu yang silih berganti menandakan kekuasaan Tuhan patut disyukuri. Andai kata waktu ini terhenti sedetik manusia akan menitihkan air mata. Tatkala nikmat yang melekat dalam diri manusia dicabut maka akankah kata alhamdulillah masih terucap. Maka jawabnya bagaimana kita menjadi manusia yang ridho akan takdir Allah. Maka Imam Abdullah al-Haddad menuturkan bahwa manusia yang ridho yaitu manusia yang mengetahui hak-hak Allah, melakukan perintah-Nya, mempunyai hati yang bersih dalam menyikapi segala sesuatu itu milik Tuhan, dan percaya penuh terhadap-Nya.
Harga dunia dengan harta yang berlimpah, sedangkan harga akhirat dengan amal-amal solih (hadis). Dari hadis yang demikian maka perlu adanya keseimbangan antara dunia dan akhirat. Abu Hasan As-Syadzili menganjurkan bahwa seorang mukmin harus kaya harta akan tetapi tidak menjadikan harta tersebut dijiwai di hati. Apabila harta yang telah dijiwai dihati maka akal akan congkak dan timbul keserakahan. Maka kematian yang telah sampai kepada manusia tidak membuat harta tersebut bisa menyogok Izrail untuk memundurkan kematian.



Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Surat Makkiyah dan Madaniyah

BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang


Banyak ideologi di bumi ini yang terus berkembang demi melanjutkan dan mempertahankan kehidupan di muka bumi. Hal ini tidak terlepas dari kebutuhan empiris dan rasionalis untuk menjawab tantangan zaman yang terus berjalan. Dimensi ideologi yang kita kenal yaitu Komunisme, Liberalisme, Feodalisme, dan lain-lain. Semua ideologi tersebut sudah dijalankan di beberapa negara tetapi hampir semuanya berdampak negative bagi negara-negara yang menumbuhkan ideologi tersebut. Di dalam makalah ini penulis akan memperkenalkan civilizisme dalam islam untuk mencari kemaslahatan untuk umat muslim di dunia khususnya di Indonesia. Civilizisme dalam islam yang dimaksud yaitu hukum syari (premier things) yang bersumber dari al-Quran. Kenapa al-Quran disebut “Premier Things” untuk kaum muslim ? Karena semua solusi dari permasalahan hidup termaktub dalam kitab yang juga dikenal al-Furqan (pembeda) tersebut. Di dalam al-Quran terdapat dua terminology yaitu fase makkiyah…

Metode Komunikatif dalam Pembelajaran Bahasa

BAB I
PENDAHULUAN


I. Latar Belakang

            Metode pembelajaran merupakan suatu cara bagaimana seorang guru menjalankan suatu prosedur dan pelaksanaan pembelajaran. Metode tersebut ada karena sebuah signifikansi dari sebuah pembelajaran agar siswa dan guru dapat berinteraksi dengan baik. Pemilihan metode pembelajaran yang baik adalah metode yang menyesuaikan pada pelajaran yang akan disampaikan guru. Tujuan dari metode pembelajaran yakni cara mengarahkan guru dalam menyampaikan pelajaran secara baik agar dapat diterima oleh murid-murid secara jelas.
            Penulis disini akan menggunakan metode komunikatif dalam proses pembelajaran. Menurut penulis metode tersebut sangat cocok bagi pembelajaran bahasa. Dalam metode ini dituntut komunikasi dua arah bagi guru dan si murid (two-ways) . pada komunikasi itu sendiri mempunyai salah satu tujuan yang penulis anggap penting yakni behavior change (perubahan kebiasaan)[1]. Melalui behavior change, pemerolehan bahasa target akan cepat dite…

Huda Linnas

I. Al-Quran Sebagai Petunjuk
            Al-Quran adalah sumber hukum pertama bagi umat islam dan sebagai kitab petunjuk (hudan) yang dapat menuntun umat manusia ke jalan yang benar. Ia adalah kitab kehidupan. Sebagaimana Allah telah berfirman :
 ذلك الكتاب لاريب * فيه * هدًى للمتّقين
Kitab (Al-Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa. (QS : Al-Baqarah :26)
 نزّل عليك الكتب بالحق مُصَدّقاً لمّا بين يديه و اَنزل التورـــة  و الاِنجيل Dia Menurunkan Kitab (Al-Quran) kepadamu (Muhammad) yang mengandung kebenaran, membenarkan (kitab-kitab sebelumnya) dan menurunkan Taurat dan Injil. (QS : Ali Imran :3) 
Melalui kedua ayat tersebut bisa kita ambil hikmah yang terkandung di dalam  Al-Quran diantaranya al-Quran merupakan sumber hukum yang bersifat valid dan reliable (terpercaya) karena Allah yang langsung memberikan statment untuk umatnya agar tidak menyimpang dari  apa-apa yang sudah ditetapkan. Banyak sesuatu tersingkap dari al-Quran diantaranya solusi masal…