Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

Menjadi Manusia Yang Diridhoi Tuhan

Ketika di dalam kesendirian, timbul pertanyaan adakah yang berharga dalam diri kita. Hak hidup kita, hak bernafas kita, hak melihat kita, dan hak yang melekat dalam diri kita datang karena tanda cinta Tuhan kepada diri kita. Kecintaan Tuhan terhadap hamba-Nya begitu dekat. Namun hati kita belum mampu mengukur nikmat Tuhan yang begitu besar. Jika ingin melihat nikmat Tuhan maka bersihkan hati sebagai cermin untuk mengungkap hijab antara manusia dan Tuhan-Nya.
Air yang mengalir ke hulu, waktu yang silih berganti menandakan kekuasaan Tuhan patut disyukuri. Andai kata waktu ini terhenti sedetik manusia akan menitihkan air mata. Tatkala nikmat yang melekat dalam diri manusia dicabut maka akankah kata alhamdulillah masih terucap. Maka jawabnya bagaimana kita menjadi manusia yang ridho akan takdir Allah. Maka Imam Abdullah al-Haddad menuturkan bahwa manusia yang ridho yaitu manusia yang mengetahui hak-hak Allah, melakukan perintah-Nya, mempunyai hati yang bersih dalam menyikapi segala sesuat…

Hikmah Peringatan Maulid Nabi Muhammad

Jumhur ulama sepakat bahwa kelahiran nabi Muhammad pada tanggal 12 Rabiul Awal 570. Hal ini di tashihkan oleh pendapat Ibn Ishaq dan para penulis sirah nabawiyah lainnya (Haekal, 1984, 55). Perjalanan nabi Muhammad memang adalah perjalanan yang paling menarik untuk dikaji oleh umat islam. Karena nabi Muhammad merupkakan suri tauladan yang baik bagi umat Islam. Cara jalannya, bicaranya, dan gerak-geriknya telah dituntun oleh sang Khalik sehingga ia dikatakan sebagai manusia yang maksum. Namun disini penulis bukan ingin membahas tentang kehidupannya akan tetapi ingin mengupas masalah perayaan Maulid  Nabi Muhammad.             Maulid merupakan bahasa Arab yang akar katanya terambil dari walada yang berarti memberikan keturunan. Sedangkan Maulid al-Nabi berarti perayaan hari lahirnya seorang nabi (Hans Wehr: 1974: 1098).  Namun perayaan peringatan maulid nabi Muhammad merupakan hal yang baru pascanabi Muhammad telah wafat. Syekh Ali Jum’ah berkata bahwa merayakan peringatan maulid nabi Mu…

Rahasia sedekah

Sedekah terambil dari bahasa Arab  yaitu صدقة yang berarti segala sesuatu yang diberikan secara ikhlas dengan mengharap ridho Allah Swt tanpa niat dimuliakan (Majdi Shobir: 530: 2008). Pengertian tersebut mengisyaratkan bahwa jika kita memberikan sesuatu kepada orang lain tanpa harus mengharapkan imbalan untuk dipuji yang akhirnya jatuh pada riya. Adapun ayat al-Quran menyebutkan “….. Apa-apa yang kamu nafkahkan, maka Dia akan menggantinya (QS As-Saba/34:39). Melalui ayat-ayat ini penulis akan menguak rahasia sedekah.                 Terkadang kita berfikir apakah dengan bersedekah, seseorang akan menjadi miskin. Disini ada hadis rasulullah yang  mengatakan “Sedekah menambah rezeki”. Hadis tersebut akan memberikan dampak positif bagi  umat muslim  untuk gemar bersedekah. Namun rezeki disini jangan diartikan oleh makna tekstual yaitu banyak harta akan tetapi juga diberikan kesehatan untuk senantiasa beribadah kepada Allah. Karena rezeki kesehatan adalah rezeki yang paling mahal hargany…

Ikhlash dan Tawakal Menanti Jawaban Tuhan

Mencari kebahagiaan, merupakan identitas pencarian manusia. Padahal kebahagiaan itu bisa diciptakan dan terciptakan oleh manusia yang mau berfikir. Mungkin kebahagiaan sering dihubungkan banyak harta atau kekayaan berlimpah. Perspektif tersebut adalah ukuran kebahagiaan dunia semata. Dunia hanya sementara dan bagaikan pijakan yang tak abadi bagi manusia. Hal itu disebabkan umur rasulullah yang ditetapkan 63 tahun. Kemaksuman beliau bukan menjadi dirinya menjadi angkuh dan sombong akan tetapi membuat dirinya lebih bertakwa kepada Tuhan.

Memang dengan harta kita bisa mendapatkan segalanya di dunia. Namun kadang manusia lalai di dalam mengelola harta. Ketika ia susah maka shodaqohnya rajin walau tak seberapa. Lalu ketika roda berputar dan Tuhan menitipkan harta untuknya maka foya-foya sebagai hasilnya. Disinilah refleksi diri akan bermain dari sebuah kalimat "Ihdina Shiratal Mustaqim". Dalam kedisiplinan waktu shalat kita selalu berujar kalimat tersebut demi mengharapkan jalan…

Syaikh al-Aidarus

Dia bernama Abdullah bin Abu Bakar bin Abd al-Rahman al-Saqqaf. Dia lahir pada sepuluh yang pertama pada bulan Dzulhijjah, 811 H, dan wafat pada usia 69 tahun (sekitar tahun 880 H). Dia mendapakan khirqah shuffiyah dari Syaikh Umar al-Muhdhar, yang masih pamannya sendiri.             Dia berkata, “Pamanku, Umar telah memberiku tiga tangan (yakni suatu ijazah pengamalan suatu ilmu yang dia peroleh dari pamannya dengan jalan mukasyafah). Pertama, dari Nabi Saw, dengan jalan al-Kasyf. Kedua, dari Syaikh Abd al-Rahman. Ketiga, dari seorang yang termasuk rijal al-Ghaib.             Dia dijuluki al-Ai’darus atau Al-Aitarus, kata ini berasal dari kata al-Atrasah, yang mempunyai arti kuat dan bersemangat, yang merupakan salah satu sifat singa. Dia adalah salah seorang sufi pada masanya. Karena sifatnya yang kukuh dan bersemangat dalam ibadah, ayahnya, Syaikh Abu Bakar al-Syakran,menjulukinya al-Aidarus dan nama julukan itu sendiri juga mempunyai arti tokoh para sufi.             S…

Syaikh Umar al-Muhdar

Dia bernama Syaikh Umar al-Muhdar bin Abd al-Rahman al-Saqqaf. Dia lahir di kota Tarim. Sejak kecil hingga besar dia berada di bawah bimbingan ayahnya. Sejak kecil al-Muhdar telah mengungguli teman-temannya karena kemampuan menghafal yang luar biasa. Bahkan setiap kitab yang di abaca, dia mampu menghafalnya. Dia memperdalam fiqih kepada al-Fiqih Abu Bakar bin Muhammad Balhaj Ba Fadhal.
            Setelah dewasa, ia melakukan mujahadah nafsiyyah hingga dia mampu tidak makan berhari-hari ketika fana’, bahkan diriwayatkan bahwa selama 30 tahun tidak pernah makan kurma. Bila disajikan kurma di hadapannya, dia membolakbalikannya dengan tangan, kemudian kurma tersebut dibagikan kepada siapa saja yang hadir. Juga diriwayatkan bahwa sewaktu di Buraidah al-Misyqash, dia hanya mengonsumsi air putih, dan sewaktu pergi haji dia tidak makan dan minum selama 40 hari. Tirakat seperti ini tidak mengurangi semangat dan kekuatannya dalam beribadah di Baitullah. Dia wafat pada hari Senin bulan Dzulqa’da…

Hadramaut

Hadramaut sebuah desa kecil yang ada di Yaman. Kurang lebih berpenduduk 1,8 Juta Jiwa. Penduduk Hadramaut dibentuk dari empat golongan yang berbeda : golongan Sayid, suku-suku, golongan menengah, golongan budak.[1]             Sayyid adalah seseorang tokoh yang dikenal sebagai keturunan dari nabi. Sebagai suatu kelompok, sayyid terbagi dalam dua klasifikasi. Pertama ialah penguasaan bacaan dan pengetahuan mengenai syariat. Kedua ialah atribut elusive (abstrak) yang disebut barakah, cahaya keselamatan ketuhanan yang dipercaya hadir pada kedudukan seorang syarif. Di samping itu setiap orang sama-sama menangani perdagangan, keluarga  para syarif melakukan fungsi-fungsi yang multiple sebagai pejabat kota, hakim, sekertaris, mediator politik, pengajar Sufisme, pekerja yang patut menjadi teladan, dan penentu umum bagi kedudukan Islam dari masyarakat dan pemerintahannya.[2]             Van Der Berg mengatakan bahwa golongan Sayyid adalah keturunan al-Husain, Cucu Muhammad, mereka bergelar Habi…

Kesadaran dalam Hikmah

Ketika manusia melangkah pasti ada tujuan pada akhirnya. Setiap langkah tersebut adalah proses. Mengarungi proses butuh kesabaran dan tawakal. Karena melalui keduanya ada iluminasi Tuhan. Pancaran sinar Tuhan bisa dirasakan di dalam hati. Nikmat bersama Tuhan tidak bisa tertandingi dari nikmat memiliki istana di dunia. Ridho Tuhan bagai air ditelaga Kawtsar, mentrentamkan hati dan menyejukkan dahaga. Ciri-ciri Manusia yang mendapat ridho-Nya yaitu ia selalu bersyukur, tidak mengeluh, dan optimis.

Syukur nikmat kadang bersifat relatif. Apabila ia mendapatkan kesenangan maka ia akan giat beribadah. Jika ia tertimpa musibah maka akan menyalahkan Tuhan. Tuhan bukan untuk dipersalahkan. Tapi manusia sendiri yang menciptakan masalah dan Tuhan yang akan memberikan petunjuk. Sungguh petunjuk Tuhan akan diperlihatkan pada manusia yang dekat orang-orang shalih. Sebab orang-orang sholih  ditunjuk Tuhan sebagai wakil dari sebuah jawaban yang tersembunyi. Ya, benar hikmah. Setiap perjalanan di bum…

Hakikat Tabaruk

Tabaruk secara etimologis yaitu mencari barakah. Sedangkan barakah artinya bertambah bahagia (Majdi, 2008: 52). Jika dikatakan engkau diberkahi atas sesuatu, maka maksudnya engkau ditambahkan kebahagiaan kepadamu. Akan tetapi kebahagiaan tidak akan terwujud  tanpa  usaha dan doa. Karena kebahagiaan didapat  melalui  usaha dan doa tersebut.           Barakah secara istilah adalah tetapnya kebaikan dari Allah kepada sesuatu (al-Asfahani, 2013: 134). Pengertian tersebut mengandung makna bahwa Allah menurunkan  rahmah kepada seseorang, tempat, mahluk, dan benda yang dikehendaki. Seseorang yang selalu dilimpahkan rahmat oleh Allah adalah  nabi-nabi dan wali-wali-wali-Nya. Tempat yang selalu dianugrahkan rahmat yaitu Makkah dan Madinah. Mahluk yang diberi karunia oleh Allah yaitu mahluk yang pernah bertemu dengan  nabi-nabi dan  wali-walinya.           Ibnu Katsir menjelaskan bahwa mubarakan berarti manfaat, Allah menurunkan dari langit air yang berkah, memberi manfaat dalam menumbuhkan…

Hakikat Tawasul

Tawasul secara etimologis yaitu seseorang yang mencari ridha Allah swt. melalui seseorang yang dekat kepada-Nya dengan ikatan bathin yang suci (Shabir, 2008: 1075). Sedangkan tawasul secara istilah yaitu bagaimana mendekatkan diri pada Allah agar mencapai keridhaan, dan memperoleh pahala dari-Nya (Ali Juma’h, 2006: 39). Melalui pengertian tersebut  ini maka bisa diambil satu perspektif bahwa tawasul itu media untuk menghubungkan Allah swt. Adapun manusia untuk  menuju Allah melalui  perantara amal shalih dan orang-orang shalih.
            Perihal tawasul ini termaktub dalam al-Quran surat al-Maidah ayat 35 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُوا فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan (wasilah) yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.” (Qs al- Maidah/ 5: 35) Ayat tersebut menganjurkan bahwa hendaknya …