Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan pos dari Januari, 2014

MENJAWAB LARANGAN ZIARAH KUBUR BAGI SALAFI

 Kaum salafi menyikapi orang yang telah meninggal seperti patung. Sehingga manusia tidak bisa lagi berhubungan dengan orang yang sudah meninggal. Mereka meyakini bahwa orang yang sudah meninggal tidak bisa mendengar dan tidak memiliki perasaan apapun terhadap orang yang menziarahi makamnya.[1] Pemahaman wahabi tersebut berkisar pada dalil naqli saja. Hal tersebut bertentangan dengan hadis nabi Muhammad saw : “Tidaklah ada seorang hamba yang melewati kuburan saudaranya, yang ia ketahui ketika di dunia, lalu ia mengucapkan salam kepadanya, kecuali orang (yang telah mati) itu mengetahuinya dan menjawab salamnya.” Dari hadis tersebut terlihat jelas bahwa Allah mengembalikan ruh seseorang yang telah meninggal guna menjawab salam atas saudara yang masih hidup. Berarti pemahaman salafi keliru atas orang yang sudah meninggal itu tuli, bisu, dan tidak merasakan kehidupan dunia.             Dari pernyataan salafi tersebut bahwa seseorang yang meninggal tidak dapat mendengar dari kehidupan dunia…