Langsung ke konten utama

Ana Uhibu Saian Fillah

Ketika aku ingin menuliskan tentang cinta maka aku beri kesempatan akal berkompromi dengan hati. Karena mendamaikan keduanya sulit. Sebagaimana berpapasan antara keinginan dan kesederhanan. Karena keinginan wujud daripada hawanafsu sedangkan kesederhanan output dari hati yang tentram. Maka ditengah-tengah akal dan hati ada yang disebut hawanafsu. Hawa nafsu ini muara implementasi perbuatan manusia. Dari sinilah manusia bisa merasa, menilai, menimbang, dan memutuskan. Apabila keputusan manusia salah maka akal lebih dominan dibanding hati. Maka fungsikan hati apabila memutuskan. Artinya berfikir dengan akal, menimbang dengan hati, dan memutuskan secara elaboratif.

Hawa nafsu terbagi 2 yaitu hawa nafsu positif dan negatif. Hawa nafsu positif terpatri apabila manusia melakukan sesuatu karena dan untuk Allah. Disitulah cerminan mukmin sejati dimana Tuhan merupakan tujuan akhir dari segala kehidupan. Karena ungkapan ana uhibu sai'an fillah pangkal dari rukun iman yang pertama. Karena nikmat Tuhan tiada taranya. Sehingga manusia sering lupa untuk mengungkapkan syukur pada-Nya. Nikmat melihat, nikmat berbicara, nikmat merasakan, dan nikmat melakukan seseuatu. Sedangkan hawa nafsu negatif muncul karena manusia yang menjauh kepada Tuhan. Karena emanasi Tuhan kepada manusia berupa kebahagiaan dan ridha untuk menyembahNya. Maka carilah emanasi Tuhan dengan melakukan ibadah wajib dan ibadah hati.

Sungguh manusia yang merasa benar pada hakikatnya manusia yang hanya dibenarkan oleh hawa nafsu negatif.  Hingga secara spontan manusia diselimuti paham hagemoni. Dengan hagemoni inilah manusia hanya ingin berteman dengan harta, bukan berteman dengan Tuhan. Pelarian manusia pada harta bermuara pada hati yang sakit. Bagaimana tidak mencari nafkah tanpa kenal waktu dan ibadah. Harta tidak mampu menolong manusia dari siksaanNya. Harta hanya habis sekejap mata. Harta hanya kumpulan yang laku di dunia akan tetapi tidak berlaku untuk akhirat. Jika kita lihat orang yang meninggal hanya berbalut kain kafan bukan dengan kepingan emas yang mampu membeli isi dunia. Renungan ini khusus untuk menyadarkan penulis untuk memantabkan kata ana uhibu sai'an fillah di hati dan akal.
Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Surat Makkiyah dan Madaniyah

BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang


Banyak ideologi di bumi ini yang terus berkembang demi melanjutkan dan mempertahankan kehidupan di muka bumi. Hal ini tidak terlepas dari kebutuhan empiris dan rasionalis untuk menjawab tantangan zaman yang terus berjalan. Dimensi ideologi yang kita kenal yaitu Komunisme, Liberalisme, Feodalisme, dan lain-lain. Semua ideologi tersebut sudah dijalankan di beberapa negara tetapi hampir semuanya berdampak negative bagi negara-negara yang menumbuhkan ideologi tersebut. Di dalam makalah ini penulis akan memperkenalkan civilizisme dalam islam untuk mencari kemaslahatan untuk umat muslim di dunia khususnya di Indonesia. Civilizisme dalam islam yang dimaksud yaitu hukum syari (premier things) yang bersumber dari al-Quran. Kenapa al-Quran disebut “Premier Things” untuk kaum muslim ? Karena semua solusi dari permasalahan hidup termaktub dalam kitab yang juga dikenal al-Furqan (pembeda) tersebut. Di dalam al-Quran terdapat dua terminology yaitu fase makkiyah…

Metode Komunikatif dalam Pembelajaran Bahasa

BAB I
PENDAHULUAN


I. Latar Belakang

            Metode pembelajaran merupakan suatu cara bagaimana seorang guru menjalankan suatu prosedur dan pelaksanaan pembelajaran. Metode tersebut ada karena sebuah signifikansi dari sebuah pembelajaran agar siswa dan guru dapat berinteraksi dengan baik. Pemilihan metode pembelajaran yang baik adalah metode yang menyesuaikan pada pelajaran yang akan disampaikan guru. Tujuan dari metode pembelajaran yakni cara mengarahkan guru dalam menyampaikan pelajaran secara baik agar dapat diterima oleh murid-murid secara jelas.
            Penulis disini akan menggunakan metode komunikatif dalam proses pembelajaran. Menurut penulis metode tersebut sangat cocok bagi pembelajaran bahasa. Dalam metode ini dituntut komunikasi dua arah bagi guru dan si murid (two-ways) . pada komunikasi itu sendiri mempunyai salah satu tujuan yang penulis anggap penting yakni behavior change (perubahan kebiasaan)[1]. Melalui behavior change, pemerolehan bahasa target akan cepat dite…

Huda Linnas

I. Al-Quran Sebagai Petunjuk
            Al-Quran adalah sumber hukum pertama bagi umat islam dan sebagai kitab petunjuk (hudan) yang dapat menuntun umat manusia ke jalan yang benar. Ia adalah kitab kehidupan. Sebagaimana Allah telah berfirman :
 ذلك الكتاب لاريب * فيه * هدًى للمتّقين
Kitab (Al-Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa. (QS : Al-Baqarah :26)
 نزّل عليك الكتب بالحق مُصَدّقاً لمّا بين يديه و اَنزل التورـــة  و الاِنجيل Dia Menurunkan Kitab (Al-Quran) kepadamu (Muhammad) yang mengandung kebenaran, membenarkan (kitab-kitab sebelumnya) dan menurunkan Taurat dan Injil. (QS : Ali Imran :3) 
Melalui kedua ayat tersebut bisa kita ambil hikmah yang terkandung di dalam  Al-Quran diantaranya al-Quran merupakan sumber hukum yang bersifat valid dan reliable (terpercaya) karena Allah yang langsung memberikan statment untuk umatnya agar tidak menyimpang dari  apa-apa yang sudah ditetapkan. Banyak sesuatu tersingkap dari al-Quran diantaranya solusi masal…