Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2014

Ana Uhibu Saian Fillah

Ketika aku ingin menuliskan tentang cinta maka aku beri kesempatan akal berkompromi dengan hati. Karena mendamaikan keduanya sulit. Sebagaimana berpapasan antara keinginan dan kesederhanan. Karena keinginan wujud daripada hawanafsu sedangkan kesederhanan output dari hati yang tentram. Maka ditengah-tengah akal dan hati ada yang disebut hawanafsu. Hawa nafsu ini muara implementasi perbuatan manusia. Dari sinilah manusia bisa merasa, menilai, menimbang, dan memutuskan. Apabila keputusan manusia salah maka akal lebih dominan dibanding hati. Maka fungsikan hati apabila memutuskan. Artinya berfikir dengan akal, menimbang dengan hati, dan memutuskan secara elaboratif.

Hawa nafsu terbagi 2 yaitu hawa nafsu positif dan negatif. Hawa nafsu positif terpatri apabila manusia melakukan sesuatu karena dan untuk Allah. Disitulah cerminan mukmin sejati dimana Tuhan merupakan tujuan akhir dari segala kehidupan. Karena ungkapan ana uhibu sai'an fillah pangkal dari rukun iman yang pe…

Filsafat Imam Ghazali

Hakikat Kewalian