Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan pos dari Desember, 2013

Biografi Jalalludin Rumi

Jalaluddin Rumi atau dengan sebutan Maulana Al-Rumi, lahir tanggal 6 Rabiul Awal 604 atau 30 September 1207 M, di Balkh, yang saat itu masuk wilayah kerajaan Kwarizmi yang beribukota Bukhara. Khawarizimi merupakan dinasti sunni dari dinasti Mamluk. Sejak abad ke 12 M, Balkh merupakan salah satu pusat penting kebudayaan Persia dan pusat kegiatan intelektual Islam yang amat dibanggakan.[1]             Pada umur tiga tahun Rumi dibawa ke Khurazan, kemudian ke Nisyapur, Iran. Selama itu bimbingan ayahnya Muhammad Ibnu Hussain al-khatibi alias Bahaudin Walad kepadanya berupa belajar al-Quran dan Sejarah. Ketika Rumi berumur 7 tahun, Keluarga Rumi bertemu Fariduddin ‘Atar. Attar sangat terkesan terkesan pada Rumi kecil dan meramalkan bahwa Rumi akan menjadi ulama besar terkemuka.[3] Kesan beliau antara lain  karena Rumi sudah bisa menghafal beberapa surat di dalam al-Quran dan sejarah tentang Islam. Ketika itu pula Rumi dihadiahkan kitab oleh Attar yaitu Asrar Namah. Di dalam kitab tersebut …

Hakikat Tasawuf

Tasawuf  memang menjadi perdebatan di dunia Islam. Ibnu Taimiyah salah satu yang mempermasalahkan dengan kemunculan tasawuf. Karena baginya keberagamaan yang murni datangnya dengan menjalankan ibadah mahdah saja. Sehingga pemahaman  ajaran tasawuf  menjadi ambigu. Benar salahnya bisa kita nilai dengan pembahasan tentang kajian terhadap kosmos tasawuf itu sendiri.             Asal kata tasawuf dari صُوْفyang berarti  pakaian kasar dari bulu domba. Karena orang-orang tasawuf kala itu memakai pakaian yang berasal dari bulu domba.[1] Melalui pengertian tersebut, pemakalah bisa ambil pemikiran bahwa atas dasar kata tersebut tersirat bahwa kasar pakaian tersebut menunjukan bahwa tasawuf mengajarkan manusia untuk hidup sederhana dan jauh dari kesan ketamakan kepada dunia. Adapun tasawuf menurut Habib Zein bin Sumaith yaitu keluarnya akhlak tercela lalu masuk menuju akhlak mulia.[2] Pengertian ini menunjukan bahwa tasawuf merupakan satu pembersihan diri dari sifat-sifat mazmumah dan merubahny…