Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan pos dari September, 2013

Kedwibahasaan

II.1 Bilingual (ثنائيُّ اللغة)            Kajian bilingual sebenarnya sudah terjadi setelah adanya ekspansi Prancis ke Mesir. Disaat itu bahasa Arab sebagai bahasa sumber terasimilasi penggunaannya bersamaan dengan bahasa Prancis. Sebelum lebih jauh pemakalah menelaah kajian bilingual maka akan menelusuri hakikat bilingual melalui tinjauan pengertiannya.            Bilingual is a person able to use two languages equally well, or (of a thing) using or involving two languages.[1] Dari pengertian tersebut maka bilingual dianggap berhasil apabila seseorang menggunakan kedua bahasa secara baik dan benar. Baik dan benarnya ditentukan dari unsur internal bahasa itu sendiri.             Adapun Ali Khuli memaknai bilingual adalah صِفَةٌ لمجتمع أو كتاب أو معجم يستخدم لغتين.[2] Agaknya Ali Khuli mencermati bilingual baik dari pengguna dwibahasa itu sendiri atau teks yang menggunakannya. Mungkin menurutnya teks sangat penting dalam menciptakan kebakuan dalam menggunakan dwibahasa itu sendiri.    …

Agama dan Pencarian Tuhan

Manusia hidup di bumi sebagai khalifah. Kekhalifahannya bentuk dari eksistensi untuk meraih kedamaian dan kesejahteraan.  Melalui perjalanannya, manusia memerlukan perlindungan kepada sesuatu agar  bisa menginterpretasikan apa yang telah diraih dalam bentuk syukur. Sejak itulah manusia mencari hakikat Tuhan melalui berbagai bentuk penyembahan yang dinamakan sinkritisme.
            Banyak bentuk penyembahan yang dilakukan oleh Manusia di masa lampau. Mulai dalam bentuk penyembahan kepada patung hingga makanan. Bentuk itu dulu dianggap sebagai medium untuk merasiokan kedekatan dirinya kepada Seng Pencipta. Melalui penyembahan itu manusia serasa ada perlindungan secara khusus dari benda yang dianggapnya sebagai penerima segala bentuk hajatnya.
            Seiring waktu berjalan kepercayaan itu mulai terkikis oleh datangnya agama sebagai konjugasi premier yang melembaga pada diri manusia. Agama lahir karena kebutuhan manusia yang rasionalis dan ekstensialis dalam pembenahan secara reflek…