Langsung ke konten utama

Untuk Mu Mesir

Denting kata-kata kembali syahdu. Ketika pengorbanan atas nama Al-Quran harus di tumbangkan jiwa-jiwa sekularitas. Mesir negara yang harus menelan pil pahit karena dorongan diabolis-diabolis yang mengatasnamakan demokrasi. Distorsi peradaban telah menenggelamkan sisi syariat demi kepentingan diri. Dimana letak keadilan bagi pejuang-pejuang yang rela menyumbangkan nyawa demi tegaknya syariat. Mursi, ditumbangkan, apa salah beliau wahai jiwa-jiwa Relativisme. Kalian ingin melihat muslim berada dalam degradasi akhlak dan moral. Sehingga kebebasan menenggelamkan hukum Allah.

Sampai kapan derita ini akan berakhir. Apakah kita harus menunggu imam Mahdi untuk membela muslim dalam kemenangan ? Pergerakan kita monoton kawan, karena kita masih melihat perbedaan itu adalah masalah. Padahal karena perbedaan bisa jadi rahmat. Banyaknya sekte-sekte dalam islam jangan diperdebatkan. Akan tetapi kita cari titik kebenaran. Apabila perbedaan itu karena furuiyah, kita diskusikan dalam satu forum. Bukan kita besar-besarkan sehingga perang sesama Islam menjadi tumpuan. Di zaman modern ini ghazwah fikr boleh dilakukan dibanding perang fisik. Perang fisik akan merugikan jiwa-jiwa kebenaran. Perang fisik membekukan khazanah keislaman.

Mesir, kami rakyat Indonesia menitihkan air mata. Kami Rakyat Indonesia mengharapkan Kau bisa kembali pulih dalam sediakala. Kami hanya bisa menitipkan surat pada sang Illahi, surat kasih sayang untuk kemerdekaan Mu kembali. Setiap saat, setiap waktu, setiap detik berdetak kami menunggu kabar dari keadaan Mu. Walau itu kabar yang datang kurang baik. Dari kabar-kabar itu kami mengambil hikmah. Sehingga kami belajar untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan.

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Surat Makkiyah dan Madaniyah

BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang


Banyak ideologi di bumi ini yang terus berkembang demi melanjutkan dan mempertahankan kehidupan di muka bumi. Hal ini tidak terlepas dari kebutuhan empiris dan rasionalis untuk menjawab tantangan zaman yang terus berjalan. Dimensi ideologi yang kita kenal yaitu Komunisme, Liberalisme, Feodalisme, dan lain-lain. Semua ideologi tersebut sudah dijalankan di beberapa negara tetapi hampir semuanya berdampak negative bagi negara-negara yang menumbuhkan ideologi tersebut. Di dalam makalah ini penulis akan memperkenalkan civilizisme dalam islam untuk mencari kemaslahatan untuk umat muslim di dunia khususnya di Indonesia. Civilizisme dalam islam yang dimaksud yaitu hukum syari (premier things) yang bersumber dari al-Quran. Kenapa al-Quran disebut “Premier Things” untuk kaum muslim ? Karena semua solusi dari permasalahan hidup termaktub dalam kitab yang juga dikenal al-Furqan (pembeda) tersebut. Di dalam al-Quran terdapat dua terminology yaitu fase makkiyah…

Metode Komunikatif dalam Pembelajaran Bahasa

BAB I
PENDAHULUAN


I. Latar Belakang

            Metode pembelajaran merupakan suatu cara bagaimana seorang guru menjalankan suatu prosedur dan pelaksanaan pembelajaran. Metode tersebut ada karena sebuah signifikansi dari sebuah pembelajaran agar siswa dan guru dapat berinteraksi dengan baik. Pemilihan metode pembelajaran yang baik adalah metode yang menyesuaikan pada pelajaran yang akan disampaikan guru. Tujuan dari metode pembelajaran yakni cara mengarahkan guru dalam menyampaikan pelajaran secara baik agar dapat diterima oleh murid-murid secara jelas.
            Penulis disini akan menggunakan metode komunikatif dalam proses pembelajaran. Menurut penulis metode tersebut sangat cocok bagi pembelajaran bahasa. Dalam metode ini dituntut komunikasi dua arah bagi guru dan si murid (two-ways) . pada komunikasi itu sendiri mempunyai salah satu tujuan yang penulis anggap penting yakni behavior change (perubahan kebiasaan)[1]. Melalui behavior change, pemerolehan bahasa target akan cepat dite…

Seni Menurut Agama

Bab I
Pendahuluan


I.1. Latar Belakang

Sering kali beberapa tokoh beragama menganggap negatif terhadap seni. Sebenarnya seni menurut Islam dimubahkan selama seni tersebut membawa manfaat bagi manusia, memperindah hidup dan hiasannya yang dibenarkan agama, mengabadikan nilai-nilai luhur dan menyucikannya, serta mengembangkan serta memperhalus rasa keindahan dalam jiwa manusia (Quraish Syihab:1996:349). Oleh karena itu manusia harus menciptakan seni dengan tidak melanggar syariat atau ketentuan Allah. Ciptakanlah seni yang membuat orang merasa tertarik dan bisa mengapresiasikannya dengan baik. Melalui makalah ini penulis mencoba menghubungkan antara seni dan agama. Insya Allah dalam makalah ini akan terjawab apakah seni perlu difilterkan oleh agama? Atau  agama ada berdasarkan seni? Apakah seni tanpa agama akan menyimpang.
            Tanpa kita sadari bumi yang kita singgahi merupakan sebuah implementasi seni dari sang Pencipta agar kita merenungi betapa agungnya ciptaan Allah. Tidak ada se…