Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan postingan dari April, 2012

Bang Sadeli, si tuna netra yang gigih

Tuna netra, bukan menjadi penghalang Bang Sadeli untuk beraktifitas seperti orang biasa. Dia orang betawi asli yang pantang menyerah dalam menjalani kehidupan di ibukota Jakarta. Bahkan dalam mengais rezeki ia rela untuk belajar mengurut di salah satu tempat kursus urut. Begitu ia bisa melakoni profesi sebagai tukang urut, maka ia berjalan pada malam hari ke rumah-rumah untuk menawarkan jasa urutnya. Dia tidak menarifkan jasanya, yang penting keikhlasan dan kesembuhan si orang yang diurutnya.
Periang dan gembira itulah ciri-ciri orangnya. Pandai memantun, mengaji, dan berkomedi. hampir di setiap pertemuan aku dengannya tidak ada raut kusut dan lusuh terpancar dari wajahnya. Kadang aku mampir ke rumahnya untuk diurut dan sekedar mendengar banyolannya. Mak nyuss banyolannya, hingga gelak tawanya bisa membuat perut kita terkococok ria. Paling aku suka dari dirinya yaitu ketika dia mendendangkan lagu "Bila Izrail datang memanggil". Aku langsung berdzikir, karena lagunya yang me…

Untuk ujian kelas 6

soal : Kaifa haluka ? (untuk laki), kaifa haluki (untuk cw)
jawab : ana bikhairin wal hamdulillah
soal : hal sholaita ad-dhuha fil masjid ? (laki2), hal shalaiti ad-duha fil masjid ? ( untuk cw)
Jwab : Naam, shalaitu dduha fil masjid
Soal: kam rakatan shalaita ? (laki2), kam rakaatan shalaiti ? (untuk cw)
Jawab : shalaitu rakaatain
soal : ahsantum jawabuk katsiran
jawab :  syukron katsir ya ustadzi

Tlg hafalkan ......... Anak2 ku

Cinta tidak seinstan mie rebus

Proses percintaan tidak seinstan kita membuat mie rebus. Karena percintaan membutuhkan akal sehat dan hati yang sabar bila kita sedang mengalaminya. Adakah teori cinta yang tetap dari seorang pakar ? Teori cinta selalu bisa dikejawantahkan oleh semua manusia. Sebab kata itu bisa diterjemahkan bagi orang yang tau akan eksistensi dan estetisnya sebuah kata cinta itu. Awal dari sebuah kata itu merebak di dalam hati lewat sebuah indra penglihatan. Melalui penglihatan tersebut kita bisa lihat keindahan sosok yang kita kagumi. Entah pembicaraannya yang lembut atau sikapnya yang mengayomi orang lain dengan ketulusan empatinya.
Bila kita cermati, kadar cinta manusia kepada manusia yang berlainan jenis bagai oksigen yang meliputi ruang dan waktu. Bagaimana tidak setiap detik atau tempat yang disinggahi oleh seseorang yang lagi merasakan sebuah kata tersebut selalu teriang namanya. Seolah wajahnya selalu menari-nari diatas benaknya. Sehingga dirinya berharap angin membawa suaranya sampai ke hat…

Bersosialisasi dengan berbagai macam komunitas

Makin seseorang bersosialisasi dengan orang banyak, maka orang itu bisa menampati dirinya di dalam suatu komunitas. Perkataan itu yang saya tidak lupa dari seorang dosen sosiolinguistik. Memang hal itu saya alami ketika saya menemui banyak orang mulai dari rekan kerja, kaum eksekutif, dan kaum berpendidikan. Bersama rekan kerja, saya mulai beradaptasi dan membiasakan untuk membicarakan tentang pendidikan yang ada di Indonesia karena bersesuaian dengan profesi saya sebagai guru. Adapun saya bertemu kaum eksekutif, saya memahami bahwa diri seorang eksukutif selalu membicarakan hal yang bersifat ekonomis. Sedangkan ketika saya bertemu dengan kaum intelektual muslim khusunya mereka membicarakan tentang hal yang berkaitan dengan ilmu baik ilmu agama maupun ilmu duniawi. 
Kadang manusia ingin memaksakan pendapatnya di dalam suatu komunitas. Padahal di dalam kehidupan demokratis, haruslah kita menghargai dan menghormati pendapat orang lain. Kita bisa mulai membiasakan bahwa mungkin pendapat…