Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan pos dari Januari, 2012

Ilmu Bak mutiara di lautan lepas

Ilmu merupakan satu kata yang mempunyai makna mendalam.  Habib Zein bin Sumaith di dalam bukunya Almanhajul Sowi" membahas satu kata tersebut hampir dari setengah tebal bukunya. Beliau juga banyak memuji orang yang akan banyak ilmu. Tambahnya mempelajari satu kajian masalah ilmu sama saja pahalanya seperti pahala orang yang naik Haji. Masya Allah betapa ilmu itu penting dimata ulama yang tak lain para pewaris nabi. Untaian ilmu memang perlu dibahas secara holistik agar para penikmatnya lebih berselera untuk menyelaminya.
Salah satu hadis yang masyhur yaitu "Menuntut ilmu itu hukumnya wajib bagi kaum muslimin dan muslimat". Apabila kita liat hadis tersebut maka adakah hati kita tergugah lautan ilmu yang bisa menjadi pelindung seorang manusia. Totalitas seorang muslim dalam mengkaji soal ilmu sangatlah penting. Ilmu yang pertama yang wajib kita tuntut adalah ilmu agama. Karena dengan ilmu agama kita bisa menilai diri kita bahwa sejauh mana kita sudah mengam…

Cukup Bagi Ku Allah

Era kegelisahan dan kebingungan dengan masalah diri sendiri makin merebak. Wal hasil diri ini selalu dianggap deviance (menyimpang) oleh kata hati. Kadang hal-hal tersebut menjadi berlarut-larut dan seolah-olah diri ini kerdil dimata orang lain. Padahal Tuhan menciptakan manusia sebagai khalifah. Khalifah secara etimologi yaitu seseorang yang mempunyai jiwa kepemimpinan bagi dirinya dan orang lain. Apabila konsep kekhalifahan diri sudah dimiliki setiap seseorang maka sikap kegelisahan dan kesalahan akan melakukan perbuatan akan sedikit berkurang.

Cukup bagiku Allah. Mungkin salah satu kalimat yang mengandung kekuatan untuk membendung kegelisahan dan kegalauan seseorang. Perlu kita ketahui dahlulu kita dilahirkan ke Bumi ini dalam keadaan perjuangan, Allah yang telah mempercayakan diri ini untuk hidup di Bumi. Maka manfaatkan diri kita dari hal-hal bermanfaat. Alangkah sayangnya apabila kita harus mengalami kegelisahan yang teramat sangat, padahal sang khalik telah memil…

Sepenggal Cerita Guru (si Agen Perubahan)

Embun pagi selalu menyirati hari-hari anak adam. Hingga usaha dan ikhtiar merupakan jawaban yang dianggap terindah bagi mereka yang menjalani. Begitu kokohnya seorang guru berjalan di rindangnya pagi. Hendak mengajar murid-murid dengan penuh semangat dan ikhlas di sebuah sekolah. Si agen perubahan ini tidak kenal lelah walau hujan dan badai menghiasi bumi. Yang terpenting baginya mencerdaskan murid-muridnya. Sebuah balpoint tersembul dari balik saku kecilnya. Guna menuliskan keringat jerih payah si terdidik. Kecewa, kadang dirasakan oleh dia, ketika si anak didiknya tidak mampu memberikan usaha terbaiknya.

Sopan-santun, senyum, dan bahagia selalu terpancar dari rona wajah sang guru. Gelisah dan resah seakan dinafikan demi terciptanya suatu kemitraan yang baik dengan murid-murid. Padahal segudang gundah dan marah berbisik di perasaan kecilnya. Ketika si anak didik terlihat membantah perintah si agen perubahan tersebut. Tapi, masalah itu seakan tiarap dalam waktu singkat…