Langsung ke konten utama

Bersatulah umat muslim ku


Mayoritas muslim di dunia adalah Indonesia. Semua negara meng-iakan kalimat tersebut. Akan tetapi hal itu didekstuktifkan oleh kaum muslim Indonesia itu sendiri. Mulai dari penghilangan karakter atau identitas islam itu sendiri hingga bersikap tidak acuh terhadap kandungan kitab sucinya. Kata Inalillah aku ucapkan ketika aku mengetes seorang siswa muslim SMU dalam membaca al-Quran, lalu dengan lantangnya ia berkata "aku tidak bisa". Miris hati ini rasanya melihat seorang muslim yang sudah mengerti soal benar dan salah malah ia tidak tahu huruf hijaiyah. Mau kemana wahai kaum muslim. Apa kita tinggal diam saudaraku. 

Mulai dari diri sendiri. Mencintai apa yang dicintai Allah dan rasulNya. Banyak dari teman-teman kita yang beranggapan bahwa mencintai pekerjaan sunnah dan identitas islam adalah arabisme. Anggapan itu mengkerdilkan diri sendiri. Malahan dengan kita mencintai hal tersebut islam akan menjadi kokoh dan tidak akan rapuh. Kerapuhan muslim sudah terlihat dengan adanya aksi paling benar di dalam sekte atau mazhabnya. Islam itu satu saudaraku. Tidak terkotak-kotak. Pengkotak-kotakan itu salah satu khazanah sunnah yang timbul supaya kita lebih legowo menerima pendapat orang lain. Jangan merasa diri paling benar. Sungguh kebenaran hanya milik Allah. 

Saling share atau berbagi merupakan tonggak kebersatuan umat muslim. Jauhkan perbedaan. Karena islam terbangun atas pondasi kebersamaan dalam khazanah furuiyah. Perdebatan furuiyah boleh saja terjadi asalkan dicari titik solusi untuk menghadapi furuiyah itu sendiri. Menerima furuiyah dari sekte lain salah satu proses pendewasaan kaum muslim. Jangan perbesar furuiyah yang nantinya timbul fitnah antar sesama. Kita perlu kesatuan dan persatuan di dalam internal islam. Dengan kita bersatu akan ada satu ketakutan bagi zionis-zionis yang ingin mengadu domba sesama muslim. Semangat bersatu Islam ku.

By : Muhammad Yusuf Aidid
Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Surat Makkiyah dan Madaniyah

BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang


Banyak ideologi di bumi ini yang terus berkembang demi melanjutkan dan mempertahankan kehidupan di muka bumi. Hal ini tidak terlepas dari kebutuhan empiris dan rasionalis untuk menjawab tantangan zaman yang terus berjalan. Dimensi ideologi yang kita kenal yaitu Komunisme, Liberalisme, Feodalisme, dan lain-lain. Semua ideologi tersebut sudah dijalankan di beberapa negara tetapi hampir semuanya berdampak negative bagi negara-negara yang menumbuhkan ideologi tersebut. Di dalam makalah ini penulis akan memperkenalkan civilizisme dalam islam untuk mencari kemaslahatan untuk umat muslim di dunia khususnya di Indonesia. Civilizisme dalam islam yang dimaksud yaitu hukum syari (premier things) yang bersumber dari al-Quran. Kenapa al-Quran disebut “Premier Things” untuk kaum muslim ? Karena semua solusi dari permasalahan hidup termaktub dalam kitab yang juga dikenal al-Furqan (pembeda) tersebut. Di dalam al-Quran terdapat dua terminology yaitu fase makkiyah…

Metode Komunikatif dalam Pembelajaran Bahasa

BAB I
PENDAHULUAN


I. Latar Belakang

            Metode pembelajaran merupakan suatu cara bagaimana seorang guru menjalankan suatu prosedur dan pelaksanaan pembelajaran. Metode tersebut ada karena sebuah signifikansi dari sebuah pembelajaran agar siswa dan guru dapat berinteraksi dengan baik. Pemilihan metode pembelajaran yang baik adalah metode yang menyesuaikan pada pelajaran yang akan disampaikan guru. Tujuan dari metode pembelajaran yakni cara mengarahkan guru dalam menyampaikan pelajaran secara baik agar dapat diterima oleh murid-murid secara jelas.
            Penulis disini akan menggunakan metode komunikatif dalam proses pembelajaran. Menurut penulis metode tersebut sangat cocok bagi pembelajaran bahasa. Dalam metode ini dituntut komunikasi dua arah bagi guru dan si murid (two-ways) . pada komunikasi itu sendiri mempunyai salah satu tujuan yang penulis anggap penting yakni behavior change (perubahan kebiasaan)[1]. Melalui behavior change, pemerolehan bahasa target akan cepat dite…

Seni Menurut Agama

Bab I
Pendahuluan


I.1. Latar Belakang

Sering kali beberapa tokoh beragama menganggap negatif terhadap seni. Sebenarnya seni menurut Islam dimubahkan selama seni tersebut membawa manfaat bagi manusia, memperindah hidup dan hiasannya yang dibenarkan agama, mengabadikan nilai-nilai luhur dan menyucikannya, serta mengembangkan serta memperhalus rasa keindahan dalam jiwa manusia (Quraish Syihab:1996:349). Oleh karena itu manusia harus menciptakan seni dengan tidak melanggar syariat atau ketentuan Allah. Ciptakanlah seni yang membuat orang merasa tertarik dan bisa mengapresiasikannya dengan baik. Melalui makalah ini penulis mencoba menghubungkan antara seni dan agama. Insya Allah dalam makalah ini akan terjawab apakah seni perlu difilterkan oleh agama? Atau  agama ada berdasarkan seni? Apakah seni tanpa agama akan menyimpang.
            Tanpa kita sadari bumi yang kita singgahi merupakan sebuah implementasi seni dari sang Pencipta agar kita merenungi betapa agungnya ciptaan Allah. Tidak ada se…