Langsung ke konten utama

Bersosialisasi dengan berbagai macam komunitas


Makin seseorang bersosialisasi dengan orang banyak, maka orang itu bisa menampati dirinya di dalam suatu komunitas. Perkataan itu yang saya tidak lupa dari seorang dosen sosiolinguistik. Memang hal itu saya alami ketika saya menemui banyak orang mulai dari rekan kerja, kaum eksekutif, dan kaum berpendidikan. Bersama rekan kerja, saya mulai beradaptasi dan membiasakan untuk membicarakan tentang pendidikan yang ada di Indonesia karena bersesuaian dengan profesi saya sebagai guru. Adapun saya bertemu kaum eksekutif, saya memahami bahwa diri seorang eksukutif selalu membicarakan hal yang bersifat ekonomis. Sedangkan ketika saya bertemu dengan kaum intelektual muslim khusunya mereka membicarakan tentang hal yang berkaitan dengan ilmu baik ilmu agama maupun ilmu duniawi. 

Kadang manusia ingin memaksakan pendapatnya di dalam suatu komunitas. Padahal di dalam kehidupan demokratis, haruslah kita menghargai dan menghormati pendapat orang lain. Kita bisa mulai membiasakan bahwa mungkin pendapat yang kita layangkan belum sempurna. Maka itu mungkin saja pendapat oranglain bisa dipertimbangkan dengan akal dan nurani  sehat. Tunjukan bahwa diri kita seorang yang fleksibel dan menjadi formulitas di dalam sebuah komunitas. Seorang yang fleksibel yaitu memberikan probabilitas orang lain untuk menyampaikan pendapat dengan tidak mematahkan aspirasinya atau menganggap idenya tidak bagus. Sedangkan orang yang berformulasi yaitu seseorang yang mempunyai ide-ide cemerlang untuk membangun komunitas yang ia tempati. Tapi ingat formulasi yang kita layangkan dengan prinsip mendahulukan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi. 
Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Surat Makkiyah dan Madaniyah

BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang


Banyak ideologi di bumi ini yang terus berkembang demi melanjutkan dan mempertahankan kehidupan di muka bumi. Hal ini tidak terlepas dari kebutuhan empiris dan rasionalis untuk menjawab tantangan zaman yang terus berjalan. Dimensi ideologi yang kita kenal yaitu Komunisme, Liberalisme, Feodalisme, dan lain-lain. Semua ideologi tersebut sudah dijalankan di beberapa negara tetapi hampir semuanya berdampak negative bagi negara-negara yang menumbuhkan ideologi tersebut. Di dalam makalah ini penulis akan memperkenalkan civilizisme dalam islam untuk mencari kemaslahatan untuk umat muslim di dunia khususnya di Indonesia. Civilizisme dalam islam yang dimaksud yaitu hukum syari (premier things) yang bersumber dari al-Quran. Kenapa al-Quran disebut “Premier Things” untuk kaum muslim ? Karena semua solusi dari permasalahan hidup termaktub dalam kitab yang juga dikenal al-Furqan (pembeda) tersebut. Di dalam al-Quran terdapat dua terminology yaitu fase makkiyah…

Metode Komunikatif dalam Pembelajaran Bahasa

BAB I
PENDAHULUAN


I. Latar Belakang

            Metode pembelajaran merupakan suatu cara bagaimana seorang guru menjalankan suatu prosedur dan pelaksanaan pembelajaran. Metode tersebut ada karena sebuah signifikansi dari sebuah pembelajaran agar siswa dan guru dapat berinteraksi dengan baik. Pemilihan metode pembelajaran yang baik adalah metode yang menyesuaikan pada pelajaran yang akan disampaikan guru. Tujuan dari metode pembelajaran yakni cara mengarahkan guru dalam menyampaikan pelajaran secara baik agar dapat diterima oleh murid-murid secara jelas.
            Penulis disini akan menggunakan metode komunikatif dalam proses pembelajaran. Menurut penulis metode tersebut sangat cocok bagi pembelajaran bahasa. Dalam metode ini dituntut komunikasi dua arah bagi guru dan si murid (two-ways) . pada komunikasi itu sendiri mempunyai salah satu tujuan yang penulis anggap penting yakni behavior change (perubahan kebiasaan)[1]. Melalui behavior change, pemerolehan bahasa target akan cepat dite…

Seni Menurut Agama

Bab I
Pendahuluan


I.1. Latar Belakang

Sering kali beberapa tokoh beragama menganggap negatif terhadap seni. Sebenarnya seni menurut Islam dimubahkan selama seni tersebut membawa manfaat bagi manusia, memperindah hidup dan hiasannya yang dibenarkan agama, mengabadikan nilai-nilai luhur dan menyucikannya, serta mengembangkan serta memperhalus rasa keindahan dalam jiwa manusia (Quraish Syihab:1996:349). Oleh karena itu manusia harus menciptakan seni dengan tidak melanggar syariat atau ketentuan Allah. Ciptakanlah seni yang membuat orang merasa tertarik dan bisa mengapresiasikannya dengan baik. Melalui makalah ini penulis mencoba menghubungkan antara seni dan agama. Insya Allah dalam makalah ini akan terjawab apakah seni perlu difilterkan oleh agama? Atau  agama ada berdasarkan seni? Apakah seni tanpa agama akan menyimpang.
            Tanpa kita sadari bumi yang kita singgahi merupakan sebuah implementasi seni dari sang Pencipta agar kita merenungi betapa agungnya ciptaan Allah. Tidak ada se…