Langsung ke konten utama

Pengawasan Lembaga Pendidikan



            Dunia pendidikan di Indonesia makin berkembang pesat seiring kemajuan tekhonologi yang menuntut zaman. Namun berkembangnya pendidikan tidak membuat beberapa sekolah untuk membenahi keorganisasian lembaga untuk lebih sistematis. Karena ada saja sekolah yang mempunyai kewenangan otoritatif. Melalui artikel yang singkat ini penulis akan menyoroti  “Lembaga Pendidikan di Sekolah”.

Di dalam suatu organisasi terkenal yang namanya istilah POAC (Planning, Organising, Actuating, dan Controlling). Sekolahpun juga bisa disebut organisasi, maka system POAC juga harus dilaksanakan oleh sekolah agar kesistemasisan sekolah lebih terpercaya. Pertama yang paling penting setiap sekolah harus memiliki penyusunan dan rencana dan program. Adapun program-program tersebut teridirui dari penyusunan dan pelaksanaan rencana kegiatan mingguan, bulanan, semesteran serta tahunan yang sesuai dengan arah kebijakan serta kurikulum yang telah ditetapkan, baik pada tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten.[1]  

Pengorganisasian di dalam suatu lembaga pendidikan sangatlah penting. Karena pengorganisasian merupakan kesiapan sekolah secara strukturalis. Selain itu pengorganisasian bisa membawa keberhasilan suatu  lembaga kependidikan. Soejipto mendifinisikan bahwa pengorganisasian di sekolah adalah keseluruhan proses untuk untuk memilih dan memilah orang-orang (guru dan personel sekolah lainnya) serta mengalokasikan prasarana dan sarana untuk menunjang tugas orang-orang itu dalam rangka mencapai tujuan sekolah.[2]  

Perlu diketahui bahwa sentral pendidikan di sekolah adalah guru maka itu upah guru harus disesuaikan dengan kineja guru di sekolah. Masih banyak guru yang berkompeten tetapi dibayar murah berarti lembaga pendidikan tersebut tidak menghargai profesi guru. Dengan demikian dia memiliki kewenangan mengajar untuk diberikan imbalan secara wajar sesuai dengan fungsi dan tugasnya.[3] Apabila suatu lembaga sekolah telah menghargai guru sebagai peran sentral di sekolah maka sekolah tersebut patut mendapat tempat di masyarakat umum.


Banyak lembaga pendidikan menjamur di Ibukota Jakarta. Pendidikan yang menawarkan sejuta fasilitas dan output produk siswa yang bisa memasuki sekolah unggulan. Memang baik bila ada sekolah seperti itu. Tapi jangan terlalu hiperbolik, buktikan dengan fakta dan nyata. Penulis bukan menyoroti permasalahan sekolah  tersebut akan tetapi kekuasaan yang ada sekolah tersebut biasanya lebih terlihat mulai dari yayasan yang berwenang di dalamnya hingga manajerial yang kurang transparan. Maka sebaik mungkin kekuasaan tersebut bisa dinetralisir oleh pihak konsultan pendidikan di lembaga pendidikan dan audit yang rapih dan apik. Karena kekuasaan biasanya membawa hal negatif. Karena arti kekuasaan dengan power menurut George R. Terry adalah kemampuan untuk memerintahkan atau menggunakan kekerasan dan tidak harus disertai oleh kekuasaan.[4]

            Setiap sekolah harus mempunyai SOP (Standar Operasional Prosedur) yang baku sebagai arahan bagi guru-guru dan staff yang ada di sekolah tersebut. Adapun pengarahan menurut Suharsimi Arikunto sebagai penjelasan, petunjuk, serta pertimbangan dan bimbingan kepada para petugas yang terlibat, baik secara struktural maupun fungsional agar pelaksanaan tugas dapat berjalan dengan lancar.[5] Untuk itu pengarahan berupa SOP di dalam suatu lembaga kependidikan menjadi penting demi tercipta alur kerja yang teratur dan menjadi lembaga yang profesional.

            Pengawasan pada lembaga sekolah diperlukan sebagai monitoring kinerja guru-guru dan staf-staffnya dan penilaian terhadap sekolah. Dahulu pengawas di sekolah dinamakan supervisi, akan tetapi sekarang dinamakan konsultan pendidikan. Menurut bahasa supervisi yaitu pengawasan utama; pengontrolan tertinggi.[6].  Lucio  dan Mcneil (1978) mendefinisikan tugas supervisi, yang meliputi : [7]
  1. Tugas perencanaan, yaitu untuk menetapkan kebijaksanaan dan program
  2. Tugas administrasi, yaitu pengambilan keputusan serta pengkoordinasian melalui konferensi dan konsultasi yang dilakukan dalam usaha mencari perbaikan kualitas pengajaran
  3. Partisipasi secara langsung dalam pengembangan kurikulum, yaitu dalam kegiatan merumuskan tujuan, membuat penuntun mengajar bagi guru, dan memilih isi pengalaman belajar.
  4. Melaksanakan demonstrasi mengajar untuk guru-guru
Untuk itu supervisi seharusnya membawa perubahan dan pematangan terhadap sekolah yang dimonitoringnya atau diawasi.


[1] Uno, Hamzah. 2009. Profesi Kependidikan. Hal 93. Jakarta: Bumi Aksara
[2] Raflis, 1994. Profesi Keguruan. Hal 137. Jakarta : Rineka cipta.
[3] Hamalik, Oemar..2008. Pendidikan Guru. Hal 7. Jakarta : Bumi Aksara
[4] Terry, Georga. 1992. Principles of Management. Hal 104.  Jakarta : Bumi Aksara.
[5] Raflis, Op.cit. Hal 137
[6] http://kamusbahasaindonesia.org/supervisi
[7] Raflis, Op.cit. Hal 233
Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Surat Makkiyah dan Madaniyah

BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang


Banyak ideologi di bumi ini yang terus berkembang demi melanjutkan dan mempertahankan kehidupan di muka bumi. Hal ini tidak terlepas dari kebutuhan empiris dan rasionalis untuk menjawab tantangan zaman yang terus berjalan. Dimensi ideologi yang kita kenal yaitu Komunisme, Liberalisme, Feodalisme, dan lain-lain. Semua ideologi tersebut sudah dijalankan di beberapa negara tetapi hampir semuanya berdampak negative bagi negara-negara yang menumbuhkan ideologi tersebut. Di dalam makalah ini penulis akan memperkenalkan civilizisme dalam islam untuk mencari kemaslahatan untuk umat muslim di dunia khususnya di Indonesia. Civilizisme dalam islam yang dimaksud yaitu hukum syari (premier things) yang bersumber dari al-Quran. Kenapa al-Quran disebut “Premier Things” untuk kaum muslim ? Karena semua solusi dari permasalahan hidup termaktub dalam kitab yang juga dikenal al-Furqan (pembeda) tersebut. Di dalam al-Quran terdapat dua terminology yaitu fase makkiyah…

Metode Komunikatif dalam Pembelajaran Bahasa

BAB I
PENDAHULUAN


I. Latar Belakang

            Metode pembelajaran merupakan suatu cara bagaimana seorang guru menjalankan suatu prosedur dan pelaksanaan pembelajaran. Metode tersebut ada karena sebuah signifikansi dari sebuah pembelajaran agar siswa dan guru dapat berinteraksi dengan baik. Pemilihan metode pembelajaran yang baik adalah metode yang menyesuaikan pada pelajaran yang akan disampaikan guru. Tujuan dari metode pembelajaran yakni cara mengarahkan guru dalam menyampaikan pelajaran secara baik agar dapat diterima oleh murid-murid secara jelas.
            Penulis disini akan menggunakan metode komunikatif dalam proses pembelajaran. Menurut penulis metode tersebut sangat cocok bagi pembelajaran bahasa. Dalam metode ini dituntut komunikasi dua arah bagi guru dan si murid (two-ways) . pada komunikasi itu sendiri mempunyai salah satu tujuan yang penulis anggap penting yakni behavior change (perubahan kebiasaan)[1]. Melalui behavior change, pemerolehan bahasa target akan cepat dite…

Seni Menurut Agama

Bab I
Pendahuluan


I.1. Latar Belakang

Sering kali beberapa tokoh beragama menganggap negatif terhadap seni. Sebenarnya seni menurut Islam dimubahkan selama seni tersebut membawa manfaat bagi manusia, memperindah hidup dan hiasannya yang dibenarkan agama, mengabadikan nilai-nilai luhur dan menyucikannya, serta mengembangkan serta memperhalus rasa keindahan dalam jiwa manusia (Quraish Syihab:1996:349). Oleh karena itu manusia harus menciptakan seni dengan tidak melanggar syariat atau ketentuan Allah. Ciptakanlah seni yang membuat orang merasa tertarik dan bisa mengapresiasikannya dengan baik. Melalui makalah ini penulis mencoba menghubungkan antara seni dan agama. Insya Allah dalam makalah ini akan terjawab apakah seni perlu difilterkan oleh agama? Atau  agama ada berdasarkan seni? Apakah seni tanpa agama akan menyimpang.
            Tanpa kita sadari bumi yang kita singgahi merupakan sebuah implementasi seni dari sang Pencipta agar kita merenungi betapa agungnya ciptaan Allah. Tidak ada se…