Langsung ke konten utama

Cukup Bagi Ku Allah

Era kegelisahan dan kebingungan dengan masalah diri sendiri makin merebak. Wal hasil diri ini selalu dianggap deviance (menyimpang) oleh kata hati. Kadang hal-hal tersebut menjadi berlarut-larut dan seolah-olah diri ini kerdil dimata orang lain. Padahal Tuhan menciptakan manusia sebagai khalifah. Khalifah secara etimologi yaitu seseorang yang mempunyai jiwa kepemimpinan bagi dirinya dan orang lain. Apabila konsep kekhalifahan diri sudah dimiliki setiap seseorang maka sikap kegelisahan dan kesalahan akan melakukan perbuatan akan sedikit berkurang.

Cukup bagiku Allah. Mungkin salah satu kalimat yang mengandung kekuatan untuk membendung kegelisahan dan kegalauan seseorang. Perlu kita ketahui dahlulu kita dilahirkan ke Bumi ini dalam keadaan perjuangan, Allah yang telah mempercayakan diri ini untuk hidup di Bumi. Maka manfaatkan diri kita dari hal-hal bermanfaat. Alangkah sayangnya apabila kita harus mengalami kegelisahan yang teramat sangat, padahal sang khalik telah memilih kita untuk tegak di muka Bumi. Untuk itu sedini mungkin kita bisa menafikan dari candunya negative words tersebut dengan memegang prinsip  "Cukup Bagiku Allah".

Pandanglah masa depan dengan berbenah diri. Probabilitas seseorang untuk mendapat kebahagian dan kesuksesan cukup besar. Karena setiap orang behak mendapatkan kehidupan layak dan kesenangan di muka bumi asalkan kita karus mengerjakan kewajiban diri kita. Refleksi dan introspeksi merupakan bagian dari proses pembenahan internal pada diri seseorang. Mengentalkan prosesi tersebut tidak mudah. Karena ego manusia sangatlah tinggi dan kadang dia selalu ingin dicap benar dimata rekan-rekannya hingga diri orang lain dianggap sebelah mata. Maka untuk menjalani refleksi dan introspeksi harus dimulai dengan memikirkan kesalahan kita, berusaha santun, serta menghargai pendapat orang lain
Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Surat Makkiyah dan Madaniyah

BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang


Banyak ideologi di bumi ini yang terus berkembang demi melanjutkan dan mempertahankan kehidupan di muka bumi. Hal ini tidak terlepas dari kebutuhan empiris dan rasionalis untuk menjawab tantangan zaman yang terus berjalan. Dimensi ideologi yang kita kenal yaitu Komunisme, Liberalisme, Feodalisme, dan lain-lain. Semua ideologi tersebut sudah dijalankan di beberapa negara tetapi hampir semuanya berdampak negative bagi negara-negara yang menumbuhkan ideologi tersebut. Di dalam makalah ini penulis akan memperkenalkan civilizisme dalam islam untuk mencari kemaslahatan untuk umat muslim di dunia khususnya di Indonesia. Civilizisme dalam islam yang dimaksud yaitu hukum syari (premier things) yang bersumber dari al-Quran. Kenapa al-Quran disebut “Premier Things” untuk kaum muslim ? Karena semua solusi dari permasalahan hidup termaktub dalam kitab yang juga dikenal al-Furqan (pembeda) tersebut. Di dalam al-Quran terdapat dua terminology yaitu fase makkiyah…

Metode Komunikatif dalam Pembelajaran Bahasa

BAB I
PENDAHULUAN


I. Latar Belakang

            Metode pembelajaran merupakan suatu cara bagaimana seorang guru menjalankan suatu prosedur dan pelaksanaan pembelajaran. Metode tersebut ada karena sebuah signifikansi dari sebuah pembelajaran agar siswa dan guru dapat berinteraksi dengan baik. Pemilihan metode pembelajaran yang baik adalah metode yang menyesuaikan pada pelajaran yang akan disampaikan guru. Tujuan dari metode pembelajaran yakni cara mengarahkan guru dalam menyampaikan pelajaran secara baik agar dapat diterima oleh murid-murid secara jelas.
            Penulis disini akan menggunakan metode komunikatif dalam proses pembelajaran. Menurut penulis metode tersebut sangat cocok bagi pembelajaran bahasa. Dalam metode ini dituntut komunikasi dua arah bagi guru dan si murid (two-ways) . pada komunikasi itu sendiri mempunyai salah satu tujuan yang penulis anggap penting yakni behavior change (perubahan kebiasaan)[1]. Melalui behavior change, pemerolehan bahasa target akan cepat dite…

Seni Menurut Agama

Bab I
Pendahuluan


I.1. Latar Belakang

Sering kali beberapa tokoh beragama menganggap negatif terhadap seni. Sebenarnya seni menurut Islam dimubahkan selama seni tersebut membawa manfaat bagi manusia, memperindah hidup dan hiasannya yang dibenarkan agama, mengabadikan nilai-nilai luhur dan menyucikannya, serta mengembangkan serta memperhalus rasa keindahan dalam jiwa manusia (Quraish Syihab:1996:349). Oleh karena itu manusia harus menciptakan seni dengan tidak melanggar syariat atau ketentuan Allah. Ciptakanlah seni yang membuat orang merasa tertarik dan bisa mengapresiasikannya dengan baik. Melalui makalah ini penulis mencoba menghubungkan antara seni dan agama. Insya Allah dalam makalah ini akan terjawab apakah seni perlu difilterkan oleh agama? Atau  agama ada berdasarkan seni? Apakah seni tanpa agama akan menyimpang.
            Tanpa kita sadari bumi yang kita singgahi merupakan sebuah implementasi seni dari sang Pencipta agar kita merenungi betapa agungnya ciptaan Allah. Tidak ada se…