Langsung ke konten utama

Idul Adha Bukan Alat untuk Memperlihatkan Kemiskinan Di Indonesia


Moment idul adha dikenal dengan hari berbagi kasih dengan fakir miskin dimana lewat pemotongan hewan kurban . Tujuan daripada pemotongan tersebut untuk dinikmati oleh para kaum yang tertindas oleh keadaan. Ironis memang asanya ketika nilai estetis tersebut dengan suatu pengorbanan untuk mendapatkan hewan melalui berdesak-desakan dan berhimpit-himpitan. Seakan idul adha memperlihatkan suatu poor value dimata umat lain. Sebenarnya tidak begitu juga, hal ini disebabkan oleh distribusi hewan kurban kepada kaum duafa tidak merata dan juga karena tradisi. Harusnya hal pelik ini juga menjadi perhatian bagi depertemen sosial untuk ikut turut ikut mengawasi pembagian hewan kurban yang momentnya diperingati satu tahun sekali.


Kalau kita lihat moment idul adha dari tahun ke tahun selalu terjadi kejadian mengenaskan. Mulai dari mustahiq yang terluka hingga meninggal dunia hanya untuk memperebutkan daging kurban. Bisa kita nilai dari kejadian tersebut bahwa angka kemiskinan kian bertambah di negeri yang mempunyai SDA (sumber daya alam) melimpah. Fakta kemiskinan seakan terisolasi dengan pemutar balikan oleh pemerintah sekarang ini yang menyebutkan angka kemiskinan turun 30 prosen. Tapi nyatanya, menurut salah satu media televisi menyebutkan bahwa angka kemiskinan di Indonesia naik menjadi 30 prosen. Penuturan tersebut juga di dukung oleh pedataan oleh LSM di Indonesia. Jadi intinya pemerintah berbohong lagi kah ?



Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Surat Makkiyah dan Madaniyah

BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang


Banyak ideologi di bumi ini yang terus berkembang demi melanjutkan dan mempertahankan kehidupan di muka bumi. Hal ini tidak terlepas dari kebutuhan empiris dan rasionalis untuk menjawab tantangan zaman yang terus berjalan. Dimensi ideologi yang kita kenal yaitu Komunisme, Liberalisme, Feodalisme, dan lain-lain. Semua ideologi tersebut sudah dijalankan di beberapa negara tetapi hampir semuanya berdampak negative bagi negara-negara yang menumbuhkan ideologi tersebut. Di dalam makalah ini penulis akan memperkenalkan civilizisme dalam islam untuk mencari kemaslahatan untuk umat muslim di dunia khususnya di Indonesia. Civilizisme dalam islam yang dimaksud yaitu hukum syari (premier things) yang bersumber dari al-Quran. Kenapa al-Quran disebut “Premier Things” untuk kaum muslim ? Karena semua solusi dari permasalahan hidup termaktub dalam kitab yang juga dikenal al-Furqan (pembeda) tersebut. Di dalam al-Quran terdapat dua terminology yaitu fase makkiyah…

Metode Komunikatif dalam Pembelajaran Bahasa

BAB I
PENDAHULUAN


I. Latar Belakang

            Metode pembelajaran merupakan suatu cara bagaimana seorang guru menjalankan suatu prosedur dan pelaksanaan pembelajaran. Metode tersebut ada karena sebuah signifikansi dari sebuah pembelajaran agar siswa dan guru dapat berinteraksi dengan baik. Pemilihan metode pembelajaran yang baik adalah metode yang menyesuaikan pada pelajaran yang akan disampaikan guru. Tujuan dari metode pembelajaran yakni cara mengarahkan guru dalam menyampaikan pelajaran secara baik agar dapat diterima oleh murid-murid secara jelas.
            Penulis disini akan menggunakan metode komunikatif dalam proses pembelajaran. Menurut penulis metode tersebut sangat cocok bagi pembelajaran bahasa. Dalam metode ini dituntut komunikasi dua arah bagi guru dan si murid (two-ways) . pada komunikasi itu sendiri mempunyai salah satu tujuan yang penulis anggap penting yakni behavior change (perubahan kebiasaan)[1]. Melalui behavior change, pemerolehan bahasa target akan cepat dite…

Huda Linnas

I. Al-Quran Sebagai Petunjuk
            Al-Quran adalah sumber hukum pertama bagi umat islam dan sebagai kitab petunjuk (hudan) yang dapat menuntun umat manusia ke jalan yang benar. Ia adalah kitab kehidupan. Sebagaimana Allah telah berfirman :
 ذلك الكتاب لاريب * فيه * هدًى للمتّقين
Kitab (Al-Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa. (QS : Al-Baqarah :26)
 نزّل عليك الكتب بالحق مُصَدّقاً لمّا بين يديه و اَنزل التورـــة  و الاِنجيل Dia Menurunkan Kitab (Al-Quran) kepadamu (Muhammad) yang mengandung kebenaran, membenarkan (kitab-kitab sebelumnya) dan menurunkan Taurat dan Injil. (QS : Ali Imran :3) 
Melalui kedua ayat tersebut bisa kita ambil hikmah yang terkandung di dalam  Al-Quran diantaranya al-Quran merupakan sumber hukum yang bersifat valid dan reliable (terpercaya) karena Allah yang langsung memberikan statment untuk umatnya agar tidak menyimpang dari  apa-apa yang sudah ditetapkan. Banyak sesuatu tersingkap dari al-Quran diantaranya solusi masal…