
Galau merupakan negative word yang kini sedang ngetrend di kalangan masyarakat khususnya kaum muda. Kata tersebut timbul dari kegelisahan seseorang yang belum bisa menuntaskan problematikanya. Implikasinya hidup dalam kegalauan menimbulkan diri pribadi yang statis. Timbulnya kata yang diakibatkan oleh tidak ada motivasi internal tersebut mungkin disebabkan oleh faktor utama yaitu cinta. Hahaha...... memang cinta merupakan retorika abstraktif yang bisa membuat manusia menjadi diri yang lemah. Banyak dari teman-temansaya yang galau disebabkan faktor tersebut. Tapi tidak menutup kemungkinan ada faktor lain yang bisa menyebabkan datangnya galau. Adapun faktor- faktor tersebut :
1. Faktor cinta : Faktor ini merupakan rating yang tertinggi dalam menimbulkan galau. Karena dalam cinta kaum muda hanya memaknainya dari sifat egois dan emosi.
2. Faktor marginalitas : faktor ini bisa menyebabkan kegalauan dimana prbadi seseorang dikucilkan di lingkungan dia bekrja atau tinggal.
3. Faktor minoriti : Faktor ini menimbulkan kegalauan karena seseorang sangat dikekang oleh lingkungan apabila dalam menyampaikan pendapat atau gagasan.
Adapun solusi untuk menghindari kata galau antara lain :
1. berfikirlah melingkar : artinya apabila kita mengambil suatu keputusan maka jangan lihat dari satu sisi. Kita harus memperhatikan sisi yang lebih baik.
2. Tinggalkah literatur yang membelenggu dengan kita berfikir positive (positive thinking) agar tujuan akhir tidak menjadi kaku.
3. Bersihkan fikiran sebelum menilai sesuatu : kadang kita menilai sesuatu dengan emosi dan tidak melihat empirisme yang terjadi pada diri kita sehingga diri kita akan menjadi kecil.
4. Sharing : berbagi cerita dengan teman mungkin akan mengurangi beban dan akan mendapatkan solusi dari masalah yang kita hadapi.
Adapun solusi untuk menghindari kata galau antara lain :
1. berfikirlah melingkar : artinya apabila kita mengambil suatu keputusan maka jangan lihat dari satu sisi. Kita harus memperhatikan sisi yang lebih baik.
2. Tinggalkah literatur yang membelenggu dengan kita berfikir positive (positive thinking) agar tujuan akhir tidak menjadi kaku.
3. Bersihkan fikiran sebelum menilai sesuatu : kadang kita menilai sesuatu dengan emosi dan tidak melihat empirisme yang terjadi pada diri kita sehingga diri kita akan menjadi kecil.
4. Sharing : berbagi cerita dengan teman mungkin akan mengurangi beban dan akan mendapatkan solusi dari masalah yang kita hadapi.













0 komentar:
Poskan Komentar