Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2011

Jakarta bukan Ibukota Ideal lagi

2 hari silam warga Betawi asli merayakan ultah ibukota Jakarta. Kota yang menjadi hajat orang banyak ini sudah penuh sesak dan tidak layak lagi menjadi ibukota ideal. Pasalnya kota yang menjadi pusat kolonial Belanda dahulu kini kumuh dan jorok. Kenapa saya katakan demiian ? Karena tata ruang kota semrawut dan tidak ada pengaturan penduduk secara pasti oleh pemda DKI Jakarta serta sanitasi yang buruk. Mereka yang hijrah ke Ibukota beranggapan bahwa Jakarta merupakan kota sejuta impian dan harapan. Nyatanya nol besar. Semuanya hanya mimpi belaka. Mereka yang hijrah ke jakarta hanya mengandalkan nekat bukan dengan capability yang mumpuni. Wal hasil mereka pengangguran dan kerja serabutan.  Seharusnya ibukota negara dipindah ke kota yang masih sedikit penduduknya dan mempunyai potensi untuk maju dan bersaing dengan Jakarta. Hal ini gubernur ibukota dan Pak SBy harus mendiskusikan hal ini agar Indonesia mempunyai Ibukota yang ideal dengan tata ruang kota yang baik dan mempunyai sanitasi yan…

Habib Riziq Syihab Sosok Intelktual muslim sejati

Keadaan pemerintah Indonesia kian hari makin memprihatinkan, mulai dari plin-plannya mengambil keputusan untuk mengeluarkan UU pornoaksi dan pornografi hingga sulitnya mengeluarkan KepPres mengenai larangan terhadap pelarangan ahmadiyah di Indonesia. Ada rahasiakah, dibalik itu ayuhal ikhwan. Freemason sungguh telah mengendalikan negara ini demi kepentingan dajjal yaitu membuat kebebasan sebebasnya tanpa melihat syariat yang temaktub dalam al-Quran dan hadis sebagai supermasi hukum tertinggi diatas hukum buatan manusia. 
Decrates berkata bahwa seseorang yang hidup layak di bumi yaitu seseorang yang memaknai hidup. Melalui perkataan tersebut saya mengingat sosok alim ulama Habib Riziq Syihab. Beliau ulama tegas dalam menegakkan syariat Islam seperti sayyidina Umar dan berintelektualitas tinggi seperti Sayyidina Ali Kararamawlahuwajha. Kenapa penulis berfikir demikian? Karena untuk memaknai hidup di tanah bumi pertiwi sekarang ini harus melalui ketegasan dan intelektual berbasis religi. …

Hayun Dan Rohis SMAN 37

Tak kusangka dan tak kukira sohib karibku yang dulu lugu dan tidak banyak bicara kini telah menunaikan sunnah rasul yaitu menikah. Hayun Tri Akbar namanya dia santun dan seorang yang bisa dikatakan intelektual muslim ketika ia masih duduk di SMA. Saya (pemilik blog ini), Irwan, Hayun, Akmal, Kurnia merupakan lima serangkai sekaligus pengurus Rohis di SMA 37. Namun hmmm sutradaranya adalah si Hayun Tri Akbar yang kerab dipanggil yun.Dia selalu menjadi penengah atau mediator jika diantara ada masalah di dalam internal Rohis. Misalnya kami sebagai pengurus rohis selalu kontradiktif dengan keputusan-keputusan Alumni Rohis yang menjadikan doktrinisasi sebagai asas utama dalam membangun rohis. Hayun si pemikir ulung ini sempat berbicara bahwasannya kita jangan memaksakan kehendak di dalam tubuh rohis ini, kita harus mengikuti alur kakak2 di rohis dan setelah kita tahu baru kita akan memasukan rancangan yang kita rencanakan. Pada saat itu saya dan kurnia baru menduduki jabatan sebagai ketua …