Langsung ke konten utama

Statisnya perkembangan TIMNAS Sepakbola Tanah Air

Perkembangan Timnas Sepakbola Indonesia sangatlah statis, tidak ada satupun gelar yang diraih. Hal tersebut diakibatkan dari segi intern yang ada di tubuh PSSI. Fungsi manajerial seakan mati terbeku oleh pemberitaan yang terus tersoroti media. Bila kita menilik sejarah persepakbolaan tanah air, ada segi bangga yang amat sangat karena Timnas Indonesia bisa menahan imbang sang raksasa Eropa yaitu Mancester United dengan skor kacamata alias 0-0 sekitar tahun 70-an. dalam laga ujicoba Harusnya PSSI berbenah diri dan belajar dari keberhasilan Timnas Indonesia dahulu. Kita ketahui bahwasannya fasilitas yang ada di tahun 70-an belum sehebat sekarang. lalu pertanyaannya adalah kenapa timnas tahun 70-an lebih hebat dibanding sekarang.

1. Patriotisme

Sikap patriotisme sungguh menjadi penambah motivasi baik itu dari sisi pemain dan sisi official. Hal tersebut yang membakar semangat agar Timnas Sepakbola Indonesia maju dan dilirik oleh dunia.

2.Tidak matrialistis

Pemain dan official Timnas dahulu tidak mempunyai sikap matrialistis, semuanya mereka bela untuk kepentingan negara. Seakan bila mereka menghadapi pertandingan sama halnya dengan peperangan melawan penjajah.

3.Banyak Ujicoba

Hal ini selalu jarang dan hampir tidak pernah dilakoni Timnas saat ini yakni tanding ujicoba dengan team Luar negeri. Dalam Ujicoba, banyak yang terlihat dan harus dipahami pelatih yakni adanya evaluasi guna memperbaiki kualitas mental dan fisik para pemain Timnas merah putih. Pada era 70-an banyak berdatangan team-team Eropa untuk exibhition/friendly match dengan team merah putih diantaranya Lokomotiv Moscow dan Mancester United.
1 komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Surat Makkiyah dan Madaniyah

BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang


Banyak ideologi di bumi ini yang terus berkembang demi melanjutkan dan mempertahankan kehidupan di muka bumi. Hal ini tidak terlepas dari kebutuhan empiris dan rasionalis untuk menjawab tantangan zaman yang terus berjalan. Dimensi ideologi yang kita kenal yaitu Komunisme, Liberalisme, Feodalisme, dan lain-lain. Semua ideologi tersebut sudah dijalankan di beberapa negara tetapi hampir semuanya berdampak negative bagi negara-negara yang menumbuhkan ideologi tersebut. Di dalam makalah ini penulis akan memperkenalkan civilizisme dalam islam untuk mencari kemaslahatan untuk umat muslim di dunia khususnya di Indonesia. Civilizisme dalam islam yang dimaksud yaitu hukum syari (premier things) yang bersumber dari al-Quran. Kenapa al-Quran disebut “Premier Things” untuk kaum muslim ? Karena semua solusi dari permasalahan hidup termaktub dalam kitab yang juga dikenal al-Furqan (pembeda) tersebut. Di dalam al-Quran terdapat dua terminology yaitu fase makkiyah…

Metode Komunikatif dalam Pembelajaran Bahasa

BAB I
PENDAHULUAN


I. Latar Belakang

            Metode pembelajaran merupakan suatu cara bagaimana seorang guru menjalankan suatu prosedur dan pelaksanaan pembelajaran. Metode tersebut ada karena sebuah signifikansi dari sebuah pembelajaran agar siswa dan guru dapat berinteraksi dengan baik. Pemilihan metode pembelajaran yang baik adalah metode yang menyesuaikan pada pelajaran yang akan disampaikan guru. Tujuan dari metode pembelajaran yakni cara mengarahkan guru dalam menyampaikan pelajaran secara baik agar dapat diterima oleh murid-murid secara jelas.
            Penulis disini akan menggunakan metode komunikatif dalam proses pembelajaran. Menurut penulis metode tersebut sangat cocok bagi pembelajaran bahasa. Dalam metode ini dituntut komunikasi dua arah bagi guru dan si murid (two-ways) . pada komunikasi itu sendiri mempunyai salah satu tujuan yang penulis anggap penting yakni behavior change (perubahan kebiasaan)[1]. Melalui behavior change, pemerolehan bahasa target akan cepat dite…

Huda Linnas

I. Al-Quran Sebagai Petunjuk
            Al-Quran adalah sumber hukum pertama bagi umat islam dan sebagai kitab petunjuk (hudan) yang dapat menuntun umat manusia ke jalan yang benar. Ia adalah kitab kehidupan. Sebagaimana Allah telah berfirman :
 ذلك الكتاب لاريب * فيه * هدًى للمتّقين
Kitab (Al-Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa. (QS : Al-Baqarah :26)
 نزّل عليك الكتب بالحق مُصَدّقاً لمّا بين يديه و اَنزل التورـــة  و الاِنجيل Dia Menurunkan Kitab (Al-Quran) kepadamu (Muhammad) yang mengandung kebenaran, membenarkan (kitab-kitab sebelumnya) dan menurunkan Taurat dan Injil. (QS : Ali Imran :3) 
Melalui kedua ayat tersebut bisa kita ambil hikmah yang terkandung di dalam  Al-Quran diantaranya al-Quran merupakan sumber hukum yang bersifat valid dan reliable (terpercaya) karena Allah yang langsung memberikan statment untuk umatnya agar tidak menyimpang dari  apa-apa yang sudah ditetapkan. Banyak sesuatu tersingkap dari al-Quran diantaranya solusi masal…