Dunia pendidikan di Indonesia
makin berkembang pesat seiring kemajuan tekhonologi yang menuntut zaman. Namun
berkembangnya pendidikan tidak membuat beberapa sekolah untuk membenahi
keorganisasian lembaga untuk lebih sistematis. Karena ada saja sekolah yang
mempunyai kewenangan otoritatif. Melalui artikel yang singkat ini penulis akan
menyoroti “Lembaga Pendidikan di
Sekolah”.
Di
dalam suatu organisasi terkenal yang namanya istilah POAC (Planning,
Organising, Actuating, dan Controlling). Sekolahpun juga bisa disebut
organisasi, maka system POAC juga harus dilaksanakan oleh sekolah agar
kesistemasisan sekolah lebih terpercaya. Pertama yang paling penting setiap
sekolah harus memiliki penyusunan dan rencana dan program. Adapun program-program
tersebut teridirui dari penyusunan dan pelaksanaan rencana kegiatan mingguan,
bulanan, semesteran serta tahunan yang sesuai dengan arah kebijakan serta
kurikulum yang telah ditetapkan, baik pada tingkat pusat, provinsi, maupun
kabupaten.
Pengorganisasian
di dalam suatu lembaga pendidikan sangatlah penting. Karena pengorganisasian
merupakan kesiapan sekolah secara strukturalis. Selain itu pengorganisasian
bisa membawa keberhasilan suatu lembaga
kependidikan. Soejipto mendifinisikan bahwa pengorganisasian di sekolah adalah
keseluruhan proses untuk untuk memilih dan memilah orang-orang (guru dan
personel sekolah lainnya) serta mengalokasikan prasarana dan sarana untuk
menunjang tugas orang-orang itu dalam rangka mencapai tujuan sekolah.
Perlu
diketahui bahwa sentral pendidikan di sekolah adalah guru maka itu upah guru
harus disesuaikan dengan kineja guru di sekolah. Masih banyak guru yang
berkompeten tetapi dibayar murah berarti lembaga pendidikan tersebut tidak
menghargai profesi guru. Dengan demikian dia memiliki kewenangan mengajar untuk
diberikan imbalan secara wajar sesuai dengan fungsi dan tugasnya.
Apabila suatu lembaga sekolah telah menghargai guru sebagai peran sentral di
sekolah maka sekolah tersebut patut mendapat tempat di masyarakat umum.
Banyak
lembaga pendidikan menjamur di Ibukota Jakarta.
Pendidikan yang menawarkan sejuta
fasilitas dan output produk siswa yang bisa memasuki sekolah unggulan. Memang
baik bila ada sekolah seperti itu. Tapi jangan terlalu hiperbolik, buktikan dengan fakta dan nyata. Penulis
bukan menyoroti permasalahan sekolah tersebut akan tetapi kekuasaan yang
ada sekolah tersebut biasanya lebih terlihat mulai dari yayasan yang berwenang
di dalamnya hingga manajerial yang kurang transparan. Maka sebaik mungkin
kekuasaan tersebut bisa dinetralisir oleh pihak konsultan pendidikan di lembaga
pendidikan dan audit yang rapih dan apik. Karena kekuasaan biasanya membawa hal
negatif. Karena arti kekuasaan dengan power menurut George R. Terry adalah
kemampuan untuk memerintahkan atau menggunakan kekerasan dan tidak harus
disertai oleh kekuasaan.
Setiap
sekolah harus mempunyai SOP (Standar Operasional Prosedur) yang baku sebagai
arahan bagi guru-guru dan staff yang ada di sekolah tersebut. Adapun pengarahan
menurut Suharsimi Arikunto sebagai penjelasan, petunjuk, serta pertimbangan dan
bimbingan kepada para petugas yang terlibat, baik secara struktural maupun
fungsional agar pelaksanaan tugas dapat berjalan dengan lancar.
Untuk itu pengarahan berupa SOP di dalam suatu lembaga kependidikan menjadi
penting demi tercipta alur kerja yang teratur dan menjadi lembaga yang
profesional.
Pengawasan
pada lembaga sekolah diperlukan sebagai monitoring kinerja guru-guru dan
staf-staffnya dan penilaian terhadap sekolah. Dahulu pengawas di sekolah
dinamakan supervisi, akan tetapi sekarang dinamakan konsultan pendidikan.
Menurut bahasa supervisi yaitu pengawasan utama; pengontrolan tertinggi..
Lucio
dan Mcneil (1978) mendefinisikan tugas supervisi, yang meliputi :
- Tugas perencanaan,
yaitu untuk menetapkan kebijaksanaan dan program
- Tugas
administrasi, yaitu pengambilan keputusan serta pengkoordinasian melalui
konferensi dan konsultasi yang dilakukan dalam usaha mencari perbaikan
kualitas pengajaran
- Partisipasi
secara langsung dalam pengembangan kurikulum, yaitu dalam kegiatan
merumuskan tujuan, membuat penuntun mengajar bagi guru, dan memilih isi
pengalaman belajar.
- Melaksanakan
demonstrasi mengajar untuk guru-guru
Untuk itu supervisi seharusnya membawa perubahan
dan pematangan terhadap sekolah yang dimonitoringnya atau diawasinya.

Begitu marak maulid dari 12 Rabiul Awal hingga sekarang. Bentuk pujian kepada kangjang nabi Muhammad terus ditabuhkan untuk sang pemberi penerang jiwa umat. Bila ditelisik kata maulid merupakan isim zaman yang berarti hari lahir seorang manusia. Tapi peringatan maulid yang kita jalani adalah peringatan hari seorang dimana Manusia penghulu alam yaitu Mujtaba (nama lain nabi Muhammad - lihat kitab assyifa). Namun disini kita bertanya merayakan maulid nabi apakah kita masuk perkara bid'ah yang sedang trend diperdebatkan oleh pemuda yang mengaku dirinya as-sunnah. Begini saudara tanpa melihat perkara bid'ah, kadangkala seorang manusia memperingati hari lahirnya dengan menghabiskan puluhan juta rupiah hingga miliaran demi nama besarnya. Apakah kegiatan itu bid'ah ? Sedangkan perayaan maulid yang kita laksanakan untuk memperingati hari lahir nabi Muhammad, dimana beliau mengingat umatnya hingga ajal tiba dengan kata-kata umati umati. Subhanawlah, Saudara semuslim diri kita masih diingat oleh manusia agung seperti beliau.
Perlu diketahui filosofi maulid itu muncul karena maulid sebagai media penyatu umat untuk menolak kebathilan. Seperti sejarah yang masyhur, dimana seorang Syekh Jalaludin Al-Ayubi membuat satu sayembara (berupa lomba) kepada rakyatnya sewaktu perang salib. Isi sayembara tersebut ialah saran beliau untuk membuat pujian kepada nabi Muhammad melalui syair-syair sebagai penyemangat dan penyatu rakyat muslim untuk keluar dari tekanan nasrani. Ketika itu terpilihlah Syekh Ja'far Al-Barjanzi sebagai pemenang lomba sayebara tersebut dari sekian banyak penulis mad'ah (pujian-pujian) kepada nabi Muhammad. Tulisan tangan beliau yang apik dan estetis bernama Barzanzi. Lalu berkumpulah rakyat dari mana penjuru untuk mendengarkan Barzanji tersebut dengan dinamakan acara maulid. Selepas mendengar maulid tersebut rakyat muslim kembeli mempunyai semangat yang membara untuk keluar dari tekanan musuh. Sehingga kemenangan diraih oleh umat muslim.
Ilmu merupakan satu kata yang mempunyai makna mendalam. Habib Zein
bin Sumaith di dalam bukunya Almanhajul Sowi" membahas satu kata
tersebut hampir dari setengah tebal bukunya. Beliau juga banyak memuji
orang yang akan banyak ilmu. Tambahnya mempelajari satu kajian masalah
ilmu sama saja pahalanya seperti pahala orang yang naik Haji. Masya
Allah betapa ilmu itu penting dimata ulama yang tak lain para pewaris
nabi. Untaian ilmu memang perlu dibahas secara holistik agar para
penikmatnya lebih berselera untuk menyelaminya.
Salah satu
hadis yang masyhur yaitu "Menuntut ilmu itu hukumnya wajib bagi kaum
muslimin dan muslimat". Apabila kita liat hadis tersebut maka adakah
hati kita tergugah lautan ilmu yang bisa menjadi pelindung seorang
manusia. Totalitas seorang muslim dalam mengkaji soal ilmu sangatlah
penting. Ilmu yang pertama yang wajib kita tuntut adalah ilmu agama.
Karena dengan ilmu agama kita bisa menilai diri kita bahwa sejauh mana
kita sudah mengamali segala perbuatan-perbuatan yang disyariatkan oleh
Allah SWT. Ilmu yang kedua yaitu ilmu selain agama seperti Ilmu
kedokteran, fisika, biologi, gegrafi, geologi, dan lain-lain. Perlu
diketahui ilmu selain agama disyaratkan menjadi fardhu kifayah maka umat
muslim juga tidak secara langsung harus mempelajari atau mendalaminya. Paling tidak umat muslim mempunyai seorang tokoh dari ilmu-ilmu tersebut.
Kiaskanlah
perkataanku (kata2 ulama) maka engkau niscaya akan menjadi orang yang
banyak ilmu. Itulah satu untaian syair dalam kitab I'rab. Perkataan ulama
bak untaian mutiara di lautan lepas. Untuk itu selagi banyak ulama yang
alim maka kita wajib hukumnya untuk mengambil manfaat perkataan mereka.
Ingatlah apabila mereka meninggal dunia maka ilmu mereka juga akan
dibawa mati.
Era kegelisahan dan
kebingungan dengan masalah diri sendiri makin merebak. Wal hasil diri
ini selalu dianggap deviance (menyimpang) oleh kata hati. Kadang hal-hal
tersebut menjadi berlarut-larut dan seolah-olah diri ini kerdil dimata
orang lain. Padahal Tuhan menciptakan manusia sebagai khalifah. Khalifah
secara etimologi yaitu seseorang yang mempunyai jiwa kepemimpinan bagi
dirinya dan orang lain. Apabila konsep kekhalifahan diri sudah dimiliki
setiap seseorang maka sikap kegelisahan dan kesalahan akan melakukan
perbuatan akan sedikit berkurang.
Cukup bagiku Allah.
Mungkin salah satu kalimat yang mengandung kekuatan untuk membendung
kegelisahan dan kegalauan seseorang. Perlu kita ketahui dahlulu kita
dilahirkan ke Bumi ini dalam keadaan perjuangan, Allah yang telah
mempercayakan diri ini untuk hidup di Bumi. Maka manfaatkan diri kita
dari hal-hal bermanfaat. Alangkah sayangnya apabila kita harus mengalami
kegelisahan yang teramat sangat, padahal sang khalik telah memilih kita
untuk tegak di muka Bumi. Untuk itu sedini mungkin kita bisa menafikan
dari candunya negative words tersebut dengan memegang prinsip "Cukup
Bagiku Allah".
Pandanglah masa depan dengan berbenah diri.
Probabilitas seseorang untuk mendapat kebahagian dan kesuksesan cukup
besar. Karena setiap orang behak mendapatkan kehidupan layak dan
kesenangan di muka bumi asalkan kita karus mengerjakan kewajiban diri
kita. Refleksi dan introspeksi merupakan bagian dari proses pembenahan
internal pada diri seseorang. Mengentalkan prosesi tersebut tidak mudah.
Karena ego manusia sangatlah tinggi dan kadang dia selalu ingin dicap
benar dimata rekan-rekannya hingga diri orang lain dianggap sebelah
mata. Maka untuk menjalani refleksi dan introspeksi harus dimulai dengan
memikirkan kesalahan kita, berusaha santun, serta menghargai pendapat
orang lain
Embun pagi selalu
menyirati hari-hari anak adam. Hingga usaha dan ikhtiar merupakan
jawaban yang dianggap terindah bagi mereka yang menjalani. Begitu
kokohnya seorang guru berjalan di rindangnya pagi. Hendak mengajar
murid-murid dengan penuh semangat dan ikhlas di sebuah sekolah. Si agen
perubahan ini tidak kenal lelah walau hujan dan badai menghiasi bumi.
Yang terpenting baginya mencerdaskan murid-muridnya. Sebuah balpoint
tersembul dari balik saku kecilnya. Guna menuliskan keringat jerih payah
si terdidik. Kecewa, kadang dirasakan oleh dia, ketika si anak didiknya
tidak mampu memberikan usaha terbaiknya.
Sopan-santun,
senyum, dan bahagia selalu terpancar dari rona wajah sang guru. Gelisah
dan resah seakan dinafikan demi terciptanya suatu kemitraan yang baik
dengan murid-murid. Padahal segudang gundah dan marah berbisik di
perasaan kecilnya. Ketika si anak didik terlihat membantah perintah si
agen perubahan tersebut. Tapi, masalah itu seakan tiarap dalam waktu
singkat. Karena seorang guru adalah tauladan bagi murid-muridnya.
Senyum
seorang murid dan cium tangan di keningnya seolah obat dari gundah dari
si terdidik terhadap seorang yang dikenal dengan pahlawan tanpa jasa.
Salam ikhlash si murid sangat membekas dalam benak si guru. Hingga
keramahan murid selalu diingat si pembawa perubahan hingga memutih
rambutnya.
By : Muhammad Yusuf Aidid
Banyak catatan buruk yang mungkin kita lupakan. Hingga diri kita selalu mencari keburukan orang lain. Hal ini yang harus kita waspadai kawan.Bagaimana cara meleburkan kesalahan-kesalahan seperti ini pada diri kita? Alternatif pertama aktifkan diri kita untuk senantiasa mentadaburkan kandungan isi Al-Quran. Walau kita tak tahu arti makna holistiknya, paling tidak kita baca arti terjemahannya. Adapun yang kedua hiasi diri kita dengan makna-makna atas nasihat para ulama. Untuk itu kita harus dekat dengan ulama. Karena ulama itu yang bisa memberikan setitik cahaya atas kekelaman dimensi diri.
Alhamdulillah adalah ungkapan indah yang memetonimiakan kata syukur. Kadangkala kata tersebut spontan diucapkan anak adam ketika mendapat satu kelezatan rizki dari Allah. Entah berupa harta, kesehatan, ataupun tatanan hidup yang dinamis. Kenikmatan Allah tiada taranya, semua diberikan kepada manusia yang senantiasa berikhtiyar dan bersyukur lewat media ibadah. Tapi kadangkala nikmat itu kita kufuri seiring hati yang selalu bergumam aku ini bagian dari ketidakpuasan. Sungguh hati seperti itu tidak diberikan secerca kata harapan untuk menuntaskan segala problematika diri.
Hak merupakan kata kedua setelah kewajiban. Manusia selalu menuntut hak walau kewajiban tidak ditunaikan. Hingga batas kenormaan kita menyalahkan Tuhan yang tidak bisa mengakomodir kebutuhan hambaNya. Inalillah, padahal Tuhan dekat dengan hambanya yang bersyukur. Agaknya kata syukur merupakan kata kunci bagi diri seseorang yang ingin menikmati simfoni perasaan Tuhan. Syukur bisa kita wujudkan melalui banyak cara, diantaranya kita melakukan kewajiban yang dituntut Tuhan kepada Hambanya. yaitu Hablum minawlah, hablum minannas, hablum minal alam. Untuk itu saudara kita eratkan percintaan kita dengan Tuhan melalui media shalat, dan doa. Tarikkanb tambang persaudaraan sesama agama, dan antar umat beragama. Dan jaga bumi ini dari hal-hal kekotoran hati dan hal-hal yang tidak nyaman yang kita lihat disekitar lingkungan.

Betawi, betah di wilayah, merupakan gelar yang selalu melekat pada
orang asli jakarta. Saya pernah bertanya pada salah satu Alm. Haji
Husein (tetangga saya) tentang asal muasal gelar tersebut. "Dulu ntu
orang betawi kenapa orang betawi selalu digelarin betah diwilayah karena
die kagak mau ngerantau, sebabnye banyak dari orang-orang kite punye
tanah lebar-lebar, terus ngarep duit dari jualan tanah ntu tong",
katenye. Saya pun mulai ngedehem dan hati geli tertawa sendiri.
Lanjutnya saya tanya, ada nggak orang betawi yang udah agak modern? Ada
tong, betawi yang modern ntu biasanye die nyekolahin anaknye
tinggi-tinggi, emang masih jarang, carenye die nyekolahin anaknye die
jual tanahnye sebagian lalu nyang sebagian lagi die bangun buat dijadiin
kontrakan", tandas si babe yang punya banyak kenangan dengan masa
silamnya. Kala itu saya bersamanya (Alm Haji Husein) di Mushola sebelum
magrib tiba. Kemudian saya bertanya lagi pada si babe, pak haji kenape
orang betawi yang jadi jawara? Gini tong, die ntu jadi jawara bukannye
untuk pamer kayak jaman sekarang, die ntu jadi jawara awalnye die
belajar silat terus gak lupa dia belajar ngaji buat ngimbanginnye, jadi
die gak asal nebas leher orang aje, palingan klo ada orang yang
ngeremehin atau agama islam, goloknye die keluarin. Saat itu saya sangat
bersukur karena dapat menelusuri cerita orang betawi dulu. Saya pun
menimpali dengen pertanyaan lagi, pak haji ada gak jenis silat yang
terkenla? "Ada namenye jingkrik, ntu model silat alus yang pake lompat
segale, ngape lu nanya mulu tong ? Hahaha gak pak haji saya mau tau aja
tentang betawi.
Modernisasi telah mengubah Jakarta yang
tadinya hutan menjadi gedung bertingkat. Cerita-cerita yang telah
dilontarkan babe tad,i akankah mengubah nasib anak betawi di Jakarta.
Dulunya orang betawi dianggap primitif oleh beberapa orang. Akan tetapi
Ridwan Saidi (tokoh betawi) tidak terima pendapat tersebut. Kata beliau
orang betawi dulu taat apa kata orang tua dan terus mencari kepercayaan
sebelum islam itu datang. Saking taatnya, apabila orang tua bilang
jangan sekolah tingi-tinggi maka si anak mengiakannya. Kini putra daerah
mengepung Jakarta, kesempatan orang jakarta memimpin jakarta semangkin
sempit walau kemungkinan kecil itu ada. Buktinya gubernur jakarta
sekarang bukanlah seorang betawi asli. Melalui tulisan ini saya ingin
menggugah orang-orang betawi untuk berpola pikir maju tapi jangan
meninggalkan nilai-nilai religius.
Banyak tokoh betawi
yang terkenal sampai ke telinga negara asing. KH. Abdullah Syafii
merupakan tokoh agama yang ilmunya diakui oleh timur tengah. Sikap
santun dan semangat dalam membela agama salah satu yang dikenal khalayak
ramai. Ahli agama yang juga tak kalah pentingnya KH. Syafii Hadzami,
beliau dikenal sebagai pakar nahwu(gramatika bahasa Arab) di Jakarta.. KH. Syafii Hadzami,
beliau menimba ilmu langsung kepada Habib Ali bin Abdurahman al-Habsy(
Habib Ali Kwitang), bahasa arab dan Ilmu agamanya sangat mumpuni padahal beliau tidak pernah menimba ilmu di timur tengah. Memang kebanyakan dari oarang-orang betawi taat pada agama
sehingga melahirkan tokoh-tokoh agama yang berkualitas. Tapi kini kita
sebagai orang betawi bukan hanya intelektual dalam masalah agama yang
ditinggikan tertapi juga bidang-bidang lain untuk memajukan negeri ini.
Untuk itu orang betawi perlu memahami dunia tekhnologi, ekonomi,
politik, dan sebagainya biar tidak diremehkan oeang lain.
Introduce My self
Name : Muhammad Yusuf Maula Aidid
Hobby : Write Poem, Reading Book, and Listen Music
E-mail : m.yusuf.aidid@gmail.com
Education : Graduated from D3 Arbic Language UI in 2008
Extension Arabic Education and Literature UNJ Now