Langsung ke konten utama

Pos

Review Buku Apakah Wali itu Ada ?

Judul : Apakah Wali itu Ada? Penulis : Dr. Asep Usman Ismail, M.A Penerbit : RajaGrafindo Persada Tahun Terbit : 2005 Wali merupakan istilah yang ada di dalam dunia tasawuf.  Namun istilah ini begitu berat untuk dimaknai oleh orang-orang awam. Hal ini disebabkan ada ungkapan bahwa “Tidak ada yang mengetahui bahwa seorang itu wali melainkan wali itu sendiri”. Ungkapan ini mencerminkan bahwa hanya orang-orang tertentu yang bisa menelisik makna tersebut. Di dalam buku “Apakah Wali itu Ada?” berusaha menjabarkan dan membandingkan pemikiran Al-Hakim Al-Turmudzi dan Ibn Tayymiyah tentang kewalian.                 Al-Hakim Al-Tirmidzi dan Ibn Tayymiyah mempunyai pandangan kontradiktif tentang istilah wali. Karena Al-Hakim Al-Tirmidzi menjalani keagamaan secara esoteris (tasawuf) dan Ibn Tayymiyah mejalani keagamaan secara eksoteris (fiqih). Namun di buku ini akan diungkapkan persamaan dan perbedaan perspektif tentang kewalian. Mereka sepakat bahwa pemahaman tentang wali yaitu seseorang yan…
Pos terbaru

Jalan Rezeki Melalui Jalan Ibadah

Di dalam kehidupan manusia pasti ada problematika yang terkadang problematika tersebut yang dianggap sulit oleh kita. Salah satu problematika tersebut tentang pencarian rezeki. Namun Allah telah menjamin rezeki manusia melalui firman-Nya: ..... وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (2)وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ ۚ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا (3) “Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (At-Tholaq ayat 2-3)
                Ayat tersebut telah mendeksripsikan bahwa dengan ketakwaan maka Allah akan memberikan solusi bagi problematika seorang mus…

Etika Produksi dan Distribusi

Di dalam bisnis tentunya ada barang yang diproduksi. Setelah produksi itu berlangsung maka barang tersebut didistribusikan untuk menghasilkan laba yang maksimal. Namun dalam proses produksi dan distribusi ada tuntunannya dalam Islam. Tuntunan tersebut mencakup hal-hal yang harus diperhatikan secara syarak. Adakalanya kekayaan itu benar-benar milik seseorang tetapi ia terlarang memperdagangkannya karena cara-caranya menyimpang dari ketentuan syarak. Adapula perdagangan yang memenuhi persyaratan atau rukum tertentu tetapi unsur-unsurnya mengadung hal-hal yang silarang oleh syarak. Oleh karena itu Islam memberikan tuntunan antara lain sebagai berikut : (Ensklopedi Hukum Islam: 1996: 1826-1827) 1)Perdagangan itu tidak melalaikan pelakunya untuk beribadah atau ingat kepada Allah. Lalai berarti merugi di sisi Allah serta tidak akan melepaskannya dari siksa Api neraka (QS. 63:9; QS. 24:37). Pada zaman Nabi Muhammad pernah orang-orang meninggalkan salat Jumay ketika nabi sedang berkhotbah hany…

Bisnis dalam Islam

Bisnis adalah kata serapan dari bahasa Inggris yaitu Bussiness. Bisnis secara etimologi yaitu selling, atau the activity of buying and selling goods and service (Cambridge Advance Learner’s Dictionary: 2013: 201). Perspektif dari pengertian tersebut bahwa bisnis sama dengan jual beli, ada penjual, pembeli, ada barang, dan ada alat transaksi jual beli, dan akad. Syarat tersebut menjadi bukti konkrit agar terlaksananya jual beli secara maksimal.             Bisnis di dalam bahasa Arab yaitu tijarah. Imam  al-Nawawi, ahli fikih Mazhab Syafi’I, mengartikan tijarah sebagai pemindahan hak terhadap benda dengan  melakukan tukar menukar barang. Harta yang diperdagangkan itu harus berupa benda yang dapat dihadirkan pada saat transaksi dan boleh juga tidak, asal bisa ditentukan (disifati) bentuk dan ukurannya (Ensklopedi Hukum Islam Jilid 1: 1996: 1825).             Melalui pendapat Imam  Nawawi, bahwa secara tidak langsung ia telah memprediksikan akan ada jual-beli secara online untuk di abad …

Sadar Dalam Memandang

Sadar merupakan kata yang hanya diungkapkan ketika diri manusia terbentur oleh masalah. Masalah tersebut tercipta karena proses manusia bersosialisasi dengan lingkungan, Untuk itu manusia perlu berhati-hati dalam melangkah dan memutuskan sesuatu agar kata sadar selalu ada dalam ingatan. Tentunya di dalam suatu menyikapi masalah, diri kita perlu bantuan Sang Ilahi. Karena-Nya telah menuliskan bahwa Diri-Nya tidak membebankan seorang hamba dengan suatu masalah kecuali hamba tersebut mampu dalam menyelesaikannya.

Seorang yang bijak yaitu dirinya selalu melibatkan Tuhan dalam menyelesaikan masalah. Lantas bagaimana cara melibatkan Tuhan dalam diri kita. Nabi bersabda bahwa ada tiga faktor untuk mendapatkan perlindungan Tuhan, Takut terhadap-Nya dalam keadaan tersirat atau tersurat, adil dalam menyikapi suka dan benci, dan bersikap biasa dalam keadaan kaya dan susah. Bila mencermati sabda Kanjeng Nabi maka terpikirkan dalam benak kita bahwa keadaan takut merupakan cerminan dari khusyuk at…

Mencari Berkah Melalui Dzikiran

Ada amalan-amalan tertentu yang mempunyai manfaat kepada diri kita. Amalan-amalan tersebut berupa zikir-zikir dan puji-pujian kepada Allah. Tentunya zikir-zikir tersebut pernah dilakukan Rasulullah. Karena tuntunan dari Rasulullah adalah tuntunan yang terbaik bagi umatnya.           Sebelum kita mengetahui zikir-zikir tuntunan rasul maka penulis akan memaknai zikir terlebih dahulu. Zikir secara etimologis yaitu to remember, bear in mind, dan keep in mind (Hans Wehr, 1974). Adapun zikir secara istilah yaitu melepaskan diri dari kelalaian dan kelalaian dengan senantiasa menghadirkan kalbu bersama al-Haqq (Allah) (Ibn Athaillah, 2009: 29).             Zikir menurut Abdul Qadir al-Jilani yaitu mengingatkan diri kepada Allah sebagai Tuhan yang disembah dengan sebaik-baiknya, Tuhan Mahaagung dan Mahasuci (Abdul Qadir, 2009: 101). Pengertian ini berimplikasi pada peyangngakuan manusia adalah mahluk  lemah yang butuh pertolongannya. Maka dari itu manusia meminta pertolongan-Nya dengan med…

Bentuk-bentuk Tawasul

Bentuk-bentuk tawasul kadang berbentuk doa dan permohonan. Maka itu penulis akan memperlihatkan  lafaz-lafaz tawasul yang sudah ulama tuturkan sebagai berikut: a.Tawasul al-Ramli (w. 1004 H)               Nama lengkap beliau adalah Syamsuddin Muhammad bin Abi al-Abbas Ahmad bin Hamzah Ibnu Syihab al-din al-Ramli. Beliau adalah ulama besar mazhab Syafi’i dan pengarang kitab fiqih Nihayah al-Muhtaj. Beliau bertawasul di akhir kitabnya (Abbas, 1985: 133): وَ الله أَسْأَلُ وَ بِرَسُوْلِهِ أَتَوَسَّلُ أَنْ يَنْتَفِعَ بِهِ كَمَا نَفَعَ بِأَصْلِهِ                                 “ Demi Allah saya meminta dan dengan Rasul-Nya aku bertawasul supaya kitab ini bermanfaat sebagaimana manfaat yang telah dicapai oleh asalnya”
b.Tawasul Sayid Syatha (w. 1310 H)              Sayid Bakri Syatha merupakan pengarang kitab I’anah  al-Thalibin. I’anah  al-Thalibhin merupakan kitab fikih Syafi’i yang dipelajari hampir di seluruh pesantren Islam di Indonesia. Pada  akhir bab buku tersebut beliau berdoa dan bert…